Saudara Kita Ini Punya Harta Rp 552 Triliun

Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono - Kolase/Pos Kupang

Andai saya punya banyak uang dan selagi masih muda, saya akan keliling dunia dan donasi tiada henti. Itulah mimpi saya dalam khayalan tingkat tinggi.

Mengkhayal punya banyak uang bukanlah sebuah dosa, saya setuju bahwa 1 praktek lebih berguna daripada 1000 teori.

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, kata motivasi itu tidak salah, benar adanya dan itu hanya bisa dibuktikan dengan kerja keras.

Atau pepatah ini: "Berakit-rakit ke hulu berenang renang ke tepian. Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian."

Maksud pepatah itu, menginginkan kita untuk membuktikannya bahwa hanya dengan kerja keras semua mimpi akan tercapai dan kemudian bersenang-senang.

Insya Allah. Mimpi untuk memiliki uang miliaran hingga triliunan rupiah, bukan sebuah hal mustahil akan tergapai suatu saat.

Berkat kerja keras untuk memiliki banyak uang dan berdoa sudah terbukti 100%.

Lagian mana ada uang jatuh dari langit kalau cuma berdoa dan teori setiap hari tanpa kerja keras. Oknum-oknum dengan tabiat ini termasuk golongan kelas pemalas, mereka cuma bermimpi terus hingga stres.

Selain itu, sudah banyak saudara kita di Indonesia membuktikan bahwa kita bisa menjadi orang kaya raya, tapi dengan syarat harus kerja keras dan berdoa.

Mereka di antaranya Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Duo bersaudara ini walaupun pun banyak uang, mereka tetap memilih hidup sederhana dan bahkan masih makan di pinggir jalan.

Dilansir dari CNBC Indonesia. Majalah Forbes Indonesia menobatkan kembali duo bersaudara Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono sebagai orang terkaya Indonesia per Desember 2019.

Keduanya ditaksir memiliki kekayaan sekitar US$ 37,3 miliar atau sekitar Rp 522,20 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Nilai kekayaan ini bertambah dari nilai yang dihitung Forbes sebelumnya yakni US$ 37,1 miliar, menjadikan Hartono bersaudara berada di posisi teratas selama 11 tahun berturut-turut sebagai orang terkaya di Indonesia.

Comments