Tidur Dengan Lampu Menyala Buruk Bagi Kesehatan

Jumat, 05 Januari 2018Januari 05, 2018
Wanita tidur
Tubuh kita tidak di rancang untuk menerima cahaya  dalam 24 jam.

Cahaya memiliki efek mendalam pada tidur. Paparan cahaya di awal hari merangsang tubuh dan pikiran, mendorong perasaan terjaga, kewaspadaan, dan energi. 

Terang di malam hari, juga merangsang kewaspadaan, dan merupakan masalah serius bagi kualitas tidur yang sehat, melimpah, dan menyegarkan.

Kegelapan yang tidak cukup sepanjang malam dapat menyebabkan sering terbangun dan lama.

Dan sebaliknya tidur tanpa lampu penerangan membantu tidur lebih lama.

Tidur dengan lampu mati, sangat baik buat kesehatan tubuh, dan bisa mencegah beberapa penyakit serius, seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Seorang ilmuwan biologi Joan Robert, mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya.

Hormon tersebut berperan sebagai hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai macambpenyakit, termasuk kanker payudara dan prostat.

Hormon melatonin tidak akan beraksi, jika Anda tidur di malam hari dengan lampu menyala.

Adanya cahaya lampu, dapat  mengganggu memproduksi hormon melatonin.

Mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi, tapi juga  dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Selain itu, tidur malam sambil nonton TV, juga dapat menggangu kerja hormon. 

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' menulis bawah perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain.

Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.

Bagaimana kegelapan mempengaruhi tidur?

Kegelapan sangat penting untuk tidur. Tidak adanya cahaya mengirimkan sinyal kritis ke tubuh untuk beristirahat. 

Pemaparan ringan pada waktu yang salah mengubah "jam tidur" internal tubuh - mekanisme biologis yang mengatur siklus tidur-bangun-dengan cara yang mengganggu kuantitas dan kualitas tidur. 

Melatonin, hormon yang diproduksi di hati pineal otak, sering dikenal sebagai "hormon tidur" atau "hormon kegelapan." 

Melatonin memengaruhi tidur dengan mengirimkan sinyal ke otak, untuk segera istirahat.

Tingkat melatonin meningkat secara alami pada sore hari, saat kegelapan turun dan terus mendaki sepanjang malam, sebelum memuncak sekitar pukul 3 pagi.

Level melatonin kemudian turun pada pagi hari, dan tetap rendah sepanjang hari.

Paparan cahaya di malam hari menghambat kenaikan hoemon melatonin secara alami, yang menunda dimulainya transisi tubuh untuk tidur.

Mungkin sulit dipercaya, tapi tidur dengan lampu menyala bisa meningkatkan peluang terkena kanker. 

Selain itu, paparan cahaya malam juga dikaitkan dengan obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung lainnya.