Gula dan Kosmetik Bisa Merusak Kecantikan Anda

makanan mengandung tinggi gula
Makanan dan minuman yang mengandung gula buatan sebagai penyebab kegemukan, diabetes, dan masalah kesehatan terkait lainnya.

Salah satu musuh terjahat dalam makanan atau minuman adalah Gula. Ia bisa menjadi zat beracun yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan.

Asupan gula berlebih di dalam tubuh dapat mengarah pada perkembangan sindroma metabolik. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Menurut sebuah panduan yang dikeluarkan Asosiasi Jantung Amerika, tambahan gula yang direkomendasikan setiap hari tidak boleh lebih dari 100 kalori (setara 6 sendok teh) untuk wanita dan 150 kalori (9 sendok teh) untuk pria.

Konsumsi gula berlebih selama ini identik dengan kegemukan, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Tetapi, riset terbaru membuktikan bahwa terlalu banyak mengonsumsi gula, ternyata memengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh.

Menurut teori ilmiah. Ada kaitan antara jumlah gula yang beredar dalam darah dan berapa umur seseorang akan terlihat.

Para ilmuwan dari Pusat Medis Universitas Leiden di Belanda dan Unilever di Inggris mengukur kadar gula darah 600 pria dan wanita dengan usia antara 50 dan 70 tahun.

Ditemukan fakta bahwa mereka dengan gula darah yang lebih tinggi terlihat lebih tua dibandingkan dengan mereka yang memiliki gula darah rendah.

Bukan hanya itu, untuk setiap kenaikan 1 mm/liter gula darah, usia seseorang tampak lima bulan lebih tua.

“Ada faktor lain yang juga yang menjadi pemicunya, seperti apakah orang itu merokok. Efeknya memang jelas, semakin tinggi glukosa darahnya, orang itu akan semakin tampak tua,” ujar Dr. David Gunn, ilmuwan senior dari Unilever yang membantu mengadakan uji coba. “Orang-orang yang tampak lebih tua dari umurnya itu semua menderita diabetes. Karena kondisi mereka, mereka akan memiliki tingkat glukosa yang tinggi untuk jangka waktu panjang."

Dari penemuan tersebut, para ahli kulit setuju bahwa makin tinggi konsumsi gula, makin tinggi pula kemungkinan bencana untuk wajah.

Hal itu disebabkan proses yang disebut glikasi. Pada dasarnya, gula menempel pada setiap protein dalam tubuh dan memproduksi molekul berbahaya yang disebut advanced glycation end products.

Molekul itu mengurangi efektivitas elastin dan kolagen, protein dalam kulit yang membantu penampilan muda seseorang.

Kosmetik Merusak Kesehatan


Tidak ada gunanya Anda menghabiskan uang banyak untuk sebuah krim mahal, jika Anda sering menyantap makanan mengandung tinggi gula.

Kosmetik sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan wanita. Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak peduli dengan kandungan dalam kosmetik tersebut.

Apakah aman digunakan atau tidak. Padahal, bahan pengawet dan pengharum yang dikandung sering menyebabkan masalah pada kulit.

Gula dan Kosmetik sama-sama merusak penampilan kulit. Jadi untuk terlihat lebih muda, hindari konsumsi makanan yang mengandung gula.

Dan cara terbaik untuk membatasi konsumsi pemanis tambahan adalah dengan mengurangi konsumsi minuman, bukan cuma softdrink, tapi juga jus buah dan minuman energi yang banyak mengandung gula.

Memakai kosmetik setiap hari tentu saja berpengaruh pada organ tubuh, seperti hati, paru-paru, dan ginjal.

Penyebabnya adalah bahan kimia phthalates yang biasa digunakan para prosuden produk kosmetik sebagai pelarut make-up dan membuat kosmetik lebih tahan lama.

Bahan tersebut juga berbahaya bagi kulit karena dapat berpengaruh pada organ vital Anda.

Pastikan kosmetik yang Anda gunakan cukup baik dan tidak membahayakan kesehatan Anda.

Hidup sehat dan cantik tidak perlu kosmetik yang mahal, tapi kurangi mengonsumsi makanan dan minuman mengandung gula.

Dan juga kurangi penggunaan make-up dan pastikan make-up yang anda gunakan tidak berpengaruh untuk kesehatan Anda.

Serta rajin olahraga dan tidur secara teratur.