Tuesday, July 18, 2017

Pemanis Buatan Pemicu Penambahan Berat Badan dan Diabetes

Tuesday, July 18, 20176:25:00 PM
kue mengandung gula
Studi baru menghubungkan pemanis dengan penambahan berat badan, peningkatan risiko diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Menaikkan berat badan, itu lebih mudah daripada menurunkannya, ada banyak faktor sebagai penyebab seseorang susah untuk menghilangkan beberapa kilo berat badannya dalam sebulan.

Malas gerak atau berolahraga, menyukai makanan serba manis, sering makan, itu merupakan beberapa faktor utama seseorang dengan mudah menambah berat badannya lebih cepat dan sebaliknya lebih susah untuk mendapatkan tubuh yang langsing.

Studi terbaru menemukan bahwa pemanis buatan sebagai penyebab seseorang memiliki pertambahan berat badan dan dikaitkan dengan peningkatan resiko diabetes.

Dikutip dari health.spectator.co.uk. Pemanis buatan (seperti aspartame, sucralose dan stevia) dapat dikaitkan dengan kenaikan berat badan jangka panjang dan peningkatan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Canadian Medical Association Journal.

Peneliti dari Universitas Manitoba melakukan tinjauan sistematis terhadap 37 studi yang diikuti lebih dari 400.000 orang rata-rata 10 tahun.

Studi itu menunjukkan ada hubungan antara konsumsi pemanis buatan dan risiko kenaikan berat badan dan obesitas yang relatif lebih tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Penelitian lain menunjukkan bahwa pemanis buatan (atau nonnutritif) mungkin memiliki efek negatif pada metabolisme, bakteri usus dan nafsu makan, walaupun buktinya bertentangan.

Penulis utama studi ini, Dr. Ryan Zarychanski, mengatakan: 'Terlepas dari kenyataan bahwa jutaan individu secara rutin mengkonsumsi pemanis buatan, relatif sedikit pasien telah dimasukkan ke dalam percobaan klinis dari produk ini. 

Kami menemukan bahwa data dari uji klinis tidak secara jelas mendukung manfaat yang diharapkan dari pemanis buatan untuk pengelolaan berat badan.'

'Mengingat penggunaan pemanis buatan yang meluas dan meningkat, dan epidemi obesitas dan penyakit terkait saat ini, diperlukan lebih banyak riset untuk menentukan risiko dan manfaat jangka panjang dari produk ini.

Poskan Komentar: