Kamis, 15 Juni 2017

Amanita Phalloides Disebut Sebagai Jamur Topi Kematian

Kamis, 15 Juni 201710.33.00
Sebagai makanan, tidak semua jamur dapat di makan dan salah satu jamur paling mematikan di dunia adalah Amanita Phalloides dalam bahasa Inggris disebut Death Cap (topi kematian).

Ada berbagai macam jamur dan rata-rata tumbuh subur di lahan lembab dan pada musim hujan. Itu bukan berarti semua jenis jamur tersebut dapat di konsumsi sebagai sayur. Ada beberapa jamur sudah diketahui mengandung tinggi racun dan dapat menyebabkan kematian dalam hitungan hari.

Amanita Phalloides, Jamur Mematikan Dikenal Sebagai Death Cap

Amanita Phalloides adalah salah satu jamur liar paling mematikan di dunia karena mengandung tinggi zat racun, itu tumbuh subur di pegunungan pada musim hujan, dan sudah ada beberapa orang mengalami sakit parah, kematian dan transpalasi hati akibat keracunan dari memakan jamur mematikan tersebut.

Jamur ini diketahui bertanggung jawab atas lebih dari 90% kematian di dunia akibat keracunan fatal. Death Cap diketahui mengandung zat beracun dan hanya sedikit jamur yang bisa membawa dosis fatal.

Baru-baru ini lebih dari selusin orang di California Utara menjadi sakit parah karena memakan jamur tersebut yang mereka kumpulkan sendiri dan tapi mereka beruntung dapat disembuhkan setelah mendapat beberapa minggu di rumah sakit cuma tiga dari mereka harus menerima transpalasi hati, termasuk seorang bayi berusia 18 bulan. 

Gejala-Gejala Keracunan Setelah Memakan Jamur Liar Death Cap

Orang yang memakan jamur tersebut biasanya diperlukan beberapa jam untuk mengembangkan masalah gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, kram dan dehidrasi berat.

Mengingat konsekuensi mematikan dari jamur liar tersebut, para ilmuwan menekankan untuk tidak sembarangan memetik dan memakan jamur liar dan hanya boleh memakan jamur liar yang sudah umum dan sering di makan oleh banyak orang.

Poskan Komentar:

Baca Juga: