Saturday, December 3, 2016

Penelitian Menunjukkan Perempuan Cepat Tua Setelah Memiliki Anak

Saturday, December 3, 201610:18:00 PM
Ibu dan anak
Wanita akan cepat menua setelah mempunyai satu anak atau lebih, hal itu disebabkan oleh memendek nya telemores yang disebabkan oleh stres kronis selama kehamilan dan melahirkan serta merokok.

Studi baru menunjukkan bahwa perempuan yang sudah memiliki satu anak atau lebih, ada kemungkinan mereka mengalami masalah penuaan biologis yang lebih cepat daripada perempuan yang belum mempunyai anak.

Hal itu disebabkan oleh perubahan usia biologis yang mempengaruhi fisik yang terjadi didalam tubuh Anda, selain itu, umur kronologis merupakan berapa lama Anda telah hidup dalam hitungan tahun.

Stres selama masa kehamilan, tantangan dalam persalinan, dan stres selama membesarkan anak-anak dinilai sebagai pemicu utama penuaan biologis yang lebih cepat.

Sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di George Mason University di Virginia menemukan bahwa perempuan yang telah melahirkan setidaknya satu anak mempunyai telomeres yang lebih pendek.

Telomeres, atau bagian ujung dari  kromosom, telah lama dijadikan patokan usia biologis seseorang oleh para ilmuwan.

Telomeres sendiri bertugas melindungi sel-sel dari kerusakan akibat umur. Semakin panjang ukuran telomeres, maka semakin baik kinerjanya terhadap sel.

Tetapi, seiring dengan bertambahnya usia, telomeres secara alami akan memendek. Pendeknya telomeres sendiri berkaitan dengan risiko kesehatan yang meningkat dan juga penuaan secara fisik yang lebih cepat.

Kesimpulan itu dibuat oleh para ilmuwan setelah melakukan sebuah survei yang mengikutsertakan lebih dari 1.500 perempuan, baik yang sudah pernah melahirkan ataupun belum.

Para ilmuwan menemukan, perempuan yang telah mempunyai satu anak atau lebih, ternyata memiliki telomeres sekitar 4 persen lebih pendek bila dibandingkan dengan perempuan yang belum melahirkan.

Hasil temuan ini tetap konsisten, bahkan ketika faktor-faktor lain yang diketahui mempengaruhi panjang telomeres juga dilibatkan, yaitu usia kronologis, indeks massa tubuh, dan kebiasaan merokok.

Studi ini juga menemukan bahwa "stres kronis" yang dipicu oleh proses masa kehamilan, kelahiran dan membesarkan anak adalah alasan utama di balik hubungan tersebut.

Ilmuwan Anna Poldack mengungkapkan, "Ada kemungkinan bahwa kehamilan, kelahiran dan membesarkan anak dapat menginduksi stres kronis, yang menyebabkan panjang telomeres menjadi lebih pendek.”

Ilmuwan menyarankan untuk mencegah terjadinya stres kronis, yakni menerapkan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan kaya nutrisi, aktif bergerak, meditasi, dan melakukan kegiatan positif lainnya selama kehamilan sampai setelah kelahiran, diharapkan itu bisa mengurangi risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat semakin pendeknya telomeres.

Poskan Komentar: