Minggu, 02 Oktober 2016

Ternyata Pemberian ASI Eksklusif Bisa Menghemat Uang

Minggu, 02 Oktober 201619.05.00
Memberi ASI secara rutin dapat menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga dan menyehatkan bayi sepanjang masa.

Rata-rata para ibu mungkin sudah tahu bahwa pemberian ASI eksklusif pada bayi lebih sempurna untuk kesehatan mereka daripada diganti dengan susu formula, ternyata dengan hanya menyusui dapat menghemat banyak pengeluaran rumah tangga.

Penghematan bisa terjadi jika orangtua tidak mengeluarkan uang untuk membeli susu formula, tetapi hanya memberi ASI, ini juga memiliki efek positif, yakni bayi tumbuh dengan sehat dan jarang sakit serta rewel.

Disadur dari kompas.com, Associate Director Community-based Health and Nutrition Project to Reduce Stunting, MCA -Indonesia, Iing Mursalin menguraikan, tak menyusui dikaitkan dengan kerugian ekonomi sekitar 302 miliar dollar AS per tahun atau 0,49 persen dari pendapatan nasional bruto dunia.

Kerugian upah senilai 1,34 miliar per tahun juga bisa dicegah dengan meningkatkan pemberian ASI dan kemampuan belajar anak.

Indonesia sendiri dapat menghemat Rp 256,5 juta dari pengeluaran sistem kesehatan setiap tahun dengan menghilangkan kejadian diare dan pneumonia. Kedua penyakit tersebut salah satunya disebabkan oleh pemberian ASI yang tidak optimal.

"Sebanyak 14 persen pendapatan bulanan bisa diselamatkan oleh keluarga Indonesia dengan tidak harus membeli susu formula," kata Iing dalam diskusi memeringati Pekan ASI Sedunia di @America, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Iing mengungkapkan, pemberian ASI yang tak sempurna bisa menumbuhkan anak yang stunting atau tinggi badan tidak optimal akibat kurang gizi. Perkembangan otaknya pun tidak optimal sehingga kecerdasan menurun.

"Anak yang tidak stunting akan lebih produktif dibanding anak stunting," jelas Iing.

Mereka juga lebih rentan terkena penyakit seperti obesitas yang bisa berkembang menjadi penyakit jantung dan diabetes. Hal ini berkaitan dengan ASI dapat memenuhi kebutuhan gizi anak dan meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Dengan begitu, anak ASI terlindungi dari risiko infeksi penyakit. Orangtua tak perlu banyak mengeluarkan uang untuk biaya berobat anak yang sakit. Ibu yang bekerja juga tak perlu sering mengambil cuti karena harus mengurus anak yang sakit.

Poskan Komentar:

Baca Juga: