Selasa, 11 Oktober 2016

Pemberian ASI Eksklusif Ketika Bayi Jadikan Anak Lebih Sukses

Selasa, 11 Oktober 201621.54.00
Manfaat ASI untuk anak efeknya sangat luar biasa banyak dan sudah tak diragukan lagi. Bahkan di zaman serba canggih seperti saat ini, Ahli gizi masih belum dapat menemukan pengganti kesempurnaan ASI bagi bayi dengan susu formula.

Tapi ternyata, manfaat ASI tak meluluh tentang kesehatan secara fisik dan intelektual tapi juga berhubungan dengan masa depan sang anak.

Sebuah dokumen Archives of Disease in Childhood, memaparkan bahwa ada banyak sekali manfaat kesehatan dari pemberian ASI eksklusif, sebagai berikut meningkatkan kecerdasan dan mengurangi risiko akibat masalah psikiatri.

Dalam dokumen tersebut Dr. Richard Martin, ilmuwan dari University of Bristol, Inggris, mengungkapkan bahwa orang yang semasa bayi mendapatkan air susu ibu (ASI) Eksklusif bisa mengkondisikan diri dalam kehidupan sosial yang lebih baik setelah menginjak usia dewasa dibanding yang diberi susu formula.

anak dan ibu
Ibu yang sering memberi ASI eksklusif kepada sang buang hati, maka di masa depan sang anak memiliki kedudukan sosial yang lebih baik atau sukses.

Mereka semasa masih bayi menerima ASI eksklusif mempunyai kemungkinan 41 persen lebih besar berada dalam kedudukan sosialnya paling sedikit satu kelas lebih tinggi.

Untuk menguji hipotesis mereka mengenai manfaat ASI dalam meningkatkan kehidupan sosial seseorang, ilmuwan melakukan pengkajian yang melibatkan 1.414 perempuan dan laki-laki yang pernah berpartisipasi dalam riset mengenai diet dan kesehatan di masa Perang Dunia II dan telah dipantau selama 60 tahun.

Strata sosial di masa kecil ditentukan berdasarkan pekerjaan kepala keluarganya pada masa itu. Di masa dewasa, strata sosial mereka ditentukan berdasarkan pekerjaan mereka sendiri.

Dr. Martin menetapkan strata sosial dalam beberapa kategori, yaitu I/II profesional dan manajer; III terampil; IV sedikit terampil, tidak terampil, lain-lain, dan pengangguran.

Hasil studi tersebut memperlihatkan bahwa 70 persen relawan tersebut memperoleh ASI semasa bayi. Sekitar 58 persen dari mereka yang diberi ASI mengalami peningkatan kehidupan sosial selama masa pemantauan lanjut. Sementara itu, dari kelompok yang tak menerima ASI, hanya 50 persen yang mengalami peningkatan kehidupan sosial.

Dari seluruh relawan yang mengalami peningkatan sosial, 74 persen merupakan mereka yang menerima ASI eksklusif saat masih bayi. Para partisipan yang menerima ASI semasa bayi cenderung lebih mudah berkompetisi saat di sekolah menengah. Hal inilah adalah faktor yang turut berperan dalam meningkatkan kehidupan sosial mereka di masa dewasa.

"Keterkaitan hasil studi tersebut pada anak masa kini adalah bahwa pemberian ASI, semakin terlihat manfaatnya. Selain untuk pertumbuhan, kesehatan dan IQ, yang dalam jangka panjang, ternyata juga bisa meningkatkan strata kehidupan sosial seseorang," tutup Dr. Martin.

Poskan Komentar: