Selasa, 11 Oktober 2016

Menyusui Adalah Tahap Pertama Transfer Kecerdasan Ibu Kepada Anak

Selasa, 11 Oktober 201621.45.00
ibu dan bayi
Selain manfaat sering menyusui dapat meningkatkan ikatan kuat ibu dan anak tapi juga itu merupakan cara terbaik untuk meningkatkan intelektual sang anak. 

Bayi yang menerima ASI eksklusif adalah proses pertama seorang anak manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, berkualitas, berkembang lebih optimal, dan mengalami tahapan kehidupan yang lebih sejahtera. Kegiatan ini juga adalah tahapan transfer data intelektual.

“Yang memberikan data awal pada anak ialah sang ibu melalui ASI-nya. Tahapan ini merupakan proses awal transfer data intelegensi dari ibu ke anak,” ujar Prof. Dr. Ing. Dr. Sc. Hc. Mult. B.J. Habibie saat berbicara dalam seminar "Breastfeeding Is a Relationship" untuk memperingati Pekan ASI Sedunia 2016, yang diselenggarakan di gedung Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Sabtu (6/8/2016).

Menurut Habibi, masa depan bangsa ini harus diandalkan pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik dan cerdas. Dan peran ibu yang menentukannya, melalui proses menyusui.

"Menyusui sebagai budaya yang mengantarkan anak manusia tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik," katanya.

Kemampuan ‘super intelligent’ yang dimiliki setiap bayi yang baru lahir, perlu dirangsang sejak awal dengan kasih sayang, ikatan batin, dan pola asuh-asih-asah terbaik, yakni melalui proses menyusui.

“Karena ASI adalah perangkat lunak (software) dari super intelligence bayi,” ujarnya.

Sedangkan peran sang ayah dalam masa menyusui adalah memberikan energi pada ibu, seperti meringankan bebannya dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar stres ibu berkurang.

“Dulu waktu Ainun sedang menyusui, saya bantu dia meringankan beban pekerjaan rumah tangga, seperti membantu membereskan rumah atau mengganti popok Ilham (anaknya),” katanya.

Untuk membangkitkan kepedulian para ibu dalam memberikan ASI eksklusif pada anaknya, ia memaparkan, perlu sekali memberikan informasi yang jernih dan jelas, baik dan buruknya, jika tidak memberikan ASI.

“Membudayakan ASI, berikanlah energi pada ibu yang memberikan ASI,” katanya. 
Artikel ini disadur dari liputan6.com

Poskan Komentar: