Rabu, 05 Oktober 2016

Ini Resiko Negatif Memberi ASI Perah Pakai Dot

Rabu, 05 Oktober 201620.08.00
Saya bayi dan ibu
Pemberian ASI lebih sering memakai dot resiko bayi memiliki gigi tonggos dan produksi ASI menjadi berkurang.

Pemberian ASI secara langsung memiliki banyak manfaat kepada bayi dan sang ibu. Salah satunya yang terjadi adalah ikatan kuat atau keakraban antara ibu dan sang bayi.

Namun, akibat sering bekerja di luar rumah membuat ibu tidak selalu dapat menyusui sang bayi langsung dari payudaranya. Supaya bayi selalu memperoleh ASI eksklusif selama 6 bulan, ibu pun harus memerah air susunya. 

Ketika pemberian ASI perah untuk sang bayi, ternyata tak disarankan memakai dot. Mengapa demikian? Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Mia Sutanto mengatakan, pemberian ASI perah pakai dot bisa menyebabkan sang bayi mengalami bingung puting yang pada akhirnya menurunkan produksi ASI. Tidak sedikit ibu bekerja yang mengeluhkan hal tersebut. 

"Nanti bayi dapat jadi memilih menyusui dari dot daripada payudara ibunya. Karena lebih mudah menyusui dengan dot. Kalau langsung payudara, dia harus mengeluarkan energi untuk mengisapnya," terang Mia dalam jumpa pers Pekan ASI Sedunia (PAS), Kamis (30/7/2015). 

Produksi ASI pun dapat terhambat disebabkan tidak ada lagi rangsangan dari mulut bayi. Fakta, pijatan mulut bayi bisa merangsang produksi hormon oksitosin yang menyebabkan ASI keluar dengan lancar. Memakai botol dan dot dalam jangka panjang juga memiliki risiko negatif, yakni bayi memiliki gigi maju atau tonggos. 

Mia menuturkan bahwa pemberian ASI perah adalah sebaiknya memakai sendok, gelas, maupun pipet. Untuk itu, walaupun sibuk bekerja, selalu meluangkan diri buat menyusui sang bayi secara langsung. Misalnya, sebelum berangkat ke kantor dan setelah pulang kerja. 

Kebiasaan menyusui secara rutin dan langsung juga akan meningkatkan kedekatan antara ibu dan bayi atau bonding. "Jangan takut ASI tidak keluar. ASI prinsipnya supply and demand. Sesuai kebutuhan bayi," kata Mia.

Poskan Komentar: