Wednesday, October 5, 2016

Ini Resiko Main Smartphone Ketika Menyusui

Wednesday, October 5, 20167:37:00 PM
Mama dan bayi
Ibu yang sedang menyusui dan menghindari memainkan handphone resiko memiliki ikatan kuat dengan sang bayi.

Smartphone atau ponsel pintar memang cukup membantu kita tetap berkomunikasi dan update berita tapi ada saatnya juga penggunaannya harus di hindari untuk mencegah hal-hal buruk terjadi, khusus kepada ibu menyusui agar bisa fokus menyusui sang bayi.

Dengan fokus proses menyusui, ibu dan bayi akan sama-sama merasa nyaman dan resiko memiliki ikatan batin yang makin kuat.

Dilansir dari kompas.com, konselor laktasi Muji Hananik dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta, mengatakan, seorang ibu seharusnya fokus pada bayinya saat menyusui. "Konsen kalau menyusui, jangan main handphone. Enggak boleh, ya. Kita kan harus sabar. Ajak bayi komunikasi, melakukan stimulasi," kata Muji dalam diskusi di RS Bunda, Jakarta, Sabtu (12/9/2015).

Stimulasi kepada bayi dilakukan dengan mengajaknya berbicara, menyentuh, atau mengajak senyum. Hal-hal seperti itu bisa meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi atau bonding. Fokus kepada bayi juga akan membuat ibu dan bayi nyaman dalam proses menyusui.

Hal senada dikatakan terapis hypno-breastfeeding Fonda Kuswandi. Fonda mengaku pernah mendapati ibu yang mengalami lecet pada putingnya karena digigit oleh sang bayi saat menyusui. Ternyata, ibu tersebut saat itu sedang menyusui tapi sambil bermain handphonenya.

"Sekarang digital banget. Please, kalau lagi menyusui, hentikan kebiasaan menyusui sambil main ponsel," kata Fonda lagi.

Ia menjabarkan, ketika menyusui, bayi umumnya akan menatap ke arah mata sang ibu. Pada saat itulah akan terjadi kontak mata antara ibu dan bayi, itu akan menjadi momen yang baik untuk berkomunikasi.

"Bayangin kalau ibu ngajak bapak ngomong, tetapi bapak lagi sibuk nonton Piala Dunia, nengok enggak? Enggak, kan. Rasanya sakit, kesal. Nah, itu yang RTdirasakan bayi juga," kata Fonda.

Isapan bayi pada payudara ibu sangat penting untuk meningkatkan hormon prolaktin, salah satu hormon yang menghasilkan ASI. Untuk itu, perlu fokus saat menyusui dan perhatikan cara menyusui yang benar.

Tetap fokus pada bayi juga membantu Anda mengetahui apakah bayi telah selesai menyusui atau belum, apakah bayi sudah kenyang, dan sebagainya. Hal ini tentunya bisa mendukung terlaksananya ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian ASI hingga 2 tahun.

Poskan Komentar: