Selasa, 11 Oktober 2016

Ilmuwan Gizi Tidak Sepakat Bayi Diberi ASI Selama Mungkin

Selasa, 11 Oktober 201622.03.00
ibu bermain bersama bayi
Bayi harus di beri makanan tambahan setelah mencapai usia 6 bulan dan ilmuwan gizi tidak merekomendasikan selama dua tahun penuh bayi harus di beri ASI.

Rata-rata bayi menyusui sampai usia dua tahun dan ASI adalah makanan yang sempurna buat mereka daripada susu formula. Cuma ada sedikit perdebatan tentang lama pemberian ASI dikalangan ahli gizi.

Emilia Achmadi, Clinical Dietitian Food & Nutrition Expert Diesease Prevention & Sport Nutrition, tak sepakat bahwa kalau ada ibu memberi ASI eksklusif kepada bayi selama mungkin. "Kualitas ASI akan berubah setelah memasuki umur enam sampai 12 bulan," ujar Emilia.

Keadaan tersebut adalah lazim terjadi sebab secara biologis seorang ibu didesain bagi memunyai anak berikutnya. "Jadi, bila bayi dipaksa minum ASI saat usia sudah lebih dari 12 bulan, maka akan ada resiko buruk yang terjadi, yakni kekurangan gizi. Karena memang secara alami, kualitas air susu akan berubah dari tiga bulan pertama," ujar Emilia ditulis Rabu (24/2/2016)

Selain itu, perubahan kualitas dan kuantitas protein yang ada di ASI pada umur enam bulan tidak akan mencukupi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh.

"Makanya, setelah lepas dari enam sampai 12 bulan, ibu harus menambahkannya dengan makanan tambahan," kata Emilia. ASI masih yang paling baik dan tak ada satu pun produsen susu yang mampu menghasilkan susu dengan kualitas melebihi air susu ibu (ASI).

"Bukan berarti harus diberi ASI terus, dan itu bukan berarti ASI jelek. Tapi ada saatnya ASI harus dikombinasikan dengan yang lain karena kebutuhan si anak terlalu besar dan ASI tidak lagi memenuhi kebutuhannya," kata Emilia mengingatkan.

Emilia juga tak menganjurkan orangtua memberi cairan apa pun selain ASI sebelum bayi berumur enam bulan. Kalau memang ibu tak bisa memproduksi ASI sebab alasan apa pun, pilihan penggantinya adalah susu formula. Namun, jangan langsung memberi bayi dengan susu sapi.

"Sebab usia satu sampai enam bulan lambung bayi belum sanggup mengolah makanan lain, selain ASI. Sehingga bayi lebih mudah sakit diare," ujar Emilia.

Poskan Komentar:

Baca Juga: