Sunday, October 2, 2016

Ibu Bahagia Bisa Sebabkan ASI Lancar

Sunday, October 2, 20167:50:00 PM
ibu bahagia dan bayi ceria
Ibu yang selalu bahagia memiliki ASI yang cukup banyak dan sebaliknya, yakni stres atau sedih mengurangi produksi ASI.

Tidak semua ibu lancar kasih ASI untuk buah hati mereka. Berbagai masalah pun muncul saat menyusui. Ada yang mengeluh ASI tak banyak sampai bayi kesulitan menyedot ASI dengan sempurna. Bila ini terjadi dapat mempengaruhi kesehatan bayi jadi buruk.

Dokter dan konsultan laktasi Falla Adinda mengungkapkan, pemberian ASI yang tak lancar memang seringkali menyebabkan sebagian ibu was-was dan mungkin juga panik. Tapi, hal itu justru bisa menghambat atau mengurangi produksi dan pengeluara ASI.

Falla mengatakan, ibu harus menjauhi kondisi stres sedini mungkin. "Kunci kelancaran ASI cuma satu, yaitu ibu bahagia," kata Falla dalam diskusi di @America, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Falla juga menguraikan, ASI dipengaruhi oleh dua hormon, yakni hormon prolaktin dan oksitosin. Prolaktin merupakan hormon yang merangsang produksi ASI, sedangkan oksitosin yang memicu pengeluaran ASI dari payudara ibu.

Terutama hormon oksitosin ini sangat dipengaruhi oleh suasana hati ibu. Jika ibu bahagia, produksi oksitosin pun meningkat. Untuk itu, usahakan terus berpikir positif.

Falla mengatakan bahwa para ibu pun harus mempersiapkan diri dengan baik saat hamil hamil sampai melahirkan, khususnya ibu baru. "Jangan hanya persiapan fisik, tetapi juga persiapan batin. Baca-baca ilmu laktasi, kita punya waktu 9 bulan," kata Falla.

Umpamanya, ibu harus tahu bahwa bayi baru lahir mempunyai lambung yang sangat kecil, sehingga memang belum perlu banyak ASI. Dengan pemahaman tersebut, ibu tentu akan lebih tenang.

Membuat ibu bahagia juga butuh dukungan suami dan orang-orang di sekitarnya. Hindari membuat perasaan ibu sedih ataupun stres. Saat menyusui, penting juga untuk menemukan posisi menyusui senyaman mungkin bagi ibu.

ASI adalah makanan sempurna untuk bayi. Berikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, berikan bayi makanan pendamping ASI dan tetap dilanjutkan dengan ASI sampai usia dua tahun atau lebih.

Poskan Komentar: