Minggu, 23 Oktober 2016

ASI Nutrisi Paling Penting Buat Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi

Minggu, 23 Oktober 201620.48.00
bayi disusui
ASI adalah makanan yang sempurna bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, dan sekaligus mencegah mereka dari infeksi serta kematian dini.

Dalam rangka memperingati Pekan ASI Dunia (1-7/8), Badan PBB untuk anak-anak atau UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau para ibu-bunyi baru melahirkan memberi bayi ASI eksklusif selama enam bulan.

UNICEF berujar bahwa bayi yang baru lahir harus diberi ASI eksluksif secara langsung atau menyusuinya dalam satu jam pertama kehidupan.

Itu supaya mereka memperoleh nutrisi penting, antibodi atau vaksin alami dan kontak langsung dengan ibu, itu mampu melindungi buah hati dari beberapa infeksi penyebab penyakit dan kematian.

UNICEF melaporkan semakin lama menundah pemberian ASI, semakin tinggi pula risiko kematian pada bulan pertama kehidupan. Selain itu, memperingatkan ada bahaya dari menunda menyusui selama 24 jam karena meningkatkan risiko tersebut sampai 80 persen.

Sebaliknya, badan itu mencatat lebih dari 800.000 nyawa dapat diselamatkan, jika semua bayi hanya diberi ASI eksklusif dari saat mereka lahir sampai usia enam bulan.

Sayang seribu sayang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, pesan ini tak cepat diterima. Juru bicara WHO, Fadela Chaib, berujar, ibu baru tak menerima dukungan dan dorongan yang mereka butuhkan untuk menyusui bayi mereka.

“Slogan tahun ini menyusui di mana saja, kapan saja, karena seperti saya katakan, masyarakat juga berperan membuat ini dapat dilakukan ibu yang ingin menyusui. Yang saya katakan ini memang masalah lama. Kami selalu menganjurkan lebih banyak menyusui karena kami yakin akan manfaat ASI. Ini benar-benar makanan yang ideal untuk bayi,” kata Chaib.

Sebagai contoh, katanya menyusui melindungi anak-anak terhadap banyak penyakit yang umum. Anak yang memperoleh ASI eksklusif tampil lebih baik dalam tes kecerdasan, jarang mengalami kelebihan berat tubuh atau obesitas dan tak begitu rentan terhadap diabetes pada kemudian hari.

Chaib mengatakan kepada VOA bahwa cara-cara pemasaran produk susu formula yang tak pantas terus merusak upaya para wanita untuk menyusui bayi mereka.

“Kami tak menentang mereka memproduksi jenis susu itu. tapi kenyataan bahwa mereka mempromosikan susu itu seolah-olah memiliki nilai yang sama dengan air susu ibu (ASI). Itu adalah salah satu kebohongan. Itu tak sama,” tambah Chaib.

Kemajuan untuk memungkinkan lebih banyak bayi memperoleh ASI eksklusif dalam satu jam pertama kehidupan cukup lamban selama 15 tahun terakhir.

Survei memperlihatkan di sub-Sahara Afrika, di mana tingkat kematian balita adalah yang tertinggi di dunia, jumlah ibu menyusui pada masa dini tetap tak berubah.

Poskan Komentar:

Baca Juga: