Minggu, 11 September 2016

Ibu Tertangkap Mencuri Paham Ayam Ini Mendapat Jutaan Simpati, Koh Bisa?

Minggu, 11 September 201611.47.00
Ibu Tertangkap Mencuri Paham Ayam
Pelaku pencurian paha ayam dengan anaknya serta polisi berhati malaikat ini telah menjadi isu besar di kalangan masyarakat dan pengguna internet di Cina.

Sehari sebelum Hari Anak Nasional telah terjadi kisah paling menyedihkan yang melibatkan seorang ibu miskin di Nanjing yang tertangkap mengutil, mencuri paha ayam dan beberapa buku anak-anak untuk diberikan kepada putrinya sebagai hadiah di Hari Anak Nasional.

Ibu, Liu Jinxia, ​​memiliki putri kembar tujuh tahun yang keduanya menderita penyakit ginjal. Baru-baru ini, dia membawa salah satu orang putrinya ke Nanjing dari rumah mereka di Shandong untuk perawatan medis yang lebih baik. 

Di Shandong, Liu bekerja sebagai pengumpul sampah, dengan penghasilan hanya 50 yuan per hari. Suaminya menceraikannya tahun lalu, karena tak sanggup membiayai kedua putrinya (suami kurang ajar itu cuma tahu enak saja). Untuk menghemat uang saat di Nanjing, ibu dan anak tinggal di kamar dua meter persegi dan telah menghabiskan uang tabungan. Namun, sebelum Hari Anak, salah satu putri kembar Liu menyebutkan bahwa ia berharap bisa memakan paha ayam.

Jadi, sehari sebelum Hari Anak, Liu berjalan ke supermarket lokal untuk membeli beberapa biji-bijian, tapi ketika dia melihat paha ayam dijual, dia tidak bisa menahan diri dan menyambar salah satu dari mereka serta beberapa buku anak-anak untuk diberikan kepada kepada putrinya sebagai hadiah, tapi saat keluar pintu toko, ia tertangkap.

Liu mengatakan kepada polisi bahwa Dashuang sangat berharap untuk makan paha ayam pada Hari Anak Nasional, tapi dia hanya memiliki uang 5 yuan ($ 0.76), jadi dia terpaksa mencuri. 

Dia adalah pencuri paling menyentuh yang pernah terjebak dalam karir saya," Pan Shunqin, petugas polisi yang menangkap Liu, mengatakan dalam posting WeChat nya. 

Namun, kisah sedih ini benar-benar memiliki akhir yang bahagia. Petugas polisi yang menanggapi panggilan dari manager toko mala melakukan hal yang berbeda. Dia memposting ceritanya di WeChat dan meminta teman-temannya apakah mereka bisa membantu. Dalam waktu singkat, ia telah mendapat sumbangan 10.000 yuan untuk Liu dan putri kembarnya.

Tapi itu hanya cerita awal. Cerita itu kemudian beredar luas dengan judul "Hadiah yang paling Menyedihkan di Hari Anak" di internet dan netizens dari seluruh China telah merespon dengan menyumbang lebih dari 800.000 yuan kepada keluarga Liu, Sina melaporkan.

Uang itu cukup untuk menutupi seluruh biaya keluarga dan pengobatan. Tapi cerita itu telah menimbulkan isu besar dari sekedar amal. Karena dunia sedang merayakan Hari Anak, aksi pencurian Liu telah menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan tentang isu-isu di media sosial Cina, banyak netizens berbicara menentang melebar nya kesenjangan antara orang kaya dan miskin di China dan kurangnya kesejahteraan bagi orang miskin dan sakit.

"Wanita ini tidak bersalah. Untuk jenis kejahatan itu adalah seluruh masyarakat yang harus disalahkan," tulis salah satu netizen.
"Orang miskin benar-benar tidak mampu untuk jatuh sakit. Sebuah penyakit tunggal dapat menghancurkan sebuah rumah tangga," komentar yang lain. 
"Lebih dari pajak kita seharusnya untuk membantu keluarga seperti ini. Ini mengerikan bahwa ini dibiarkan terjadi," jawab yang lain.

Poskan Komentar: