Selasa, 19 April 2016

Pria Irak Dikeluarkan Dari Pesawat Karna Berbicara Bahasa Arab

Selasa, 19 April 201621.16.00
Khairuldeen Makhzoomi
Ini sosok Khairuldeen Makhzoomi, insiden menurunkan penumpang asing beragama Islam dari pesawat di Amerika Serikat sudah sering kali terjadi. 

Negara Amerika Serikat sering memperjuangkan dan menyebar luaskan paham demokrasi di berbagai negara termasuk ke benua Arab tak terkecuali Indonesia, tapi separuh dari warga negara Paman Sam itu, selalu penuh kecurigaan (Islamophobia) secara membabi buta.

Separuh dari warga negara Paman Sam memang akan selalu menaruh curiga, jika ada atau beberapa orang berwajah Arab akan terbang atau berada sekitar Amerika Serikat, mengenakan pakaian mencolok, memiliki jenggot panjang dan menggunakan bahasa Arab akan selalu curigai.

Seorang mahasiswa UC Berkeley mengatakan ia telah suruh turun dari penerbangan Southwest Airlines awal bulan ini, setelah berbicara menggunakan bahasa Arab di dalam pesawat itu.

Dia yang bernasip sial itu adalah Khairuldeen Makhzoomi, 26 tahun adalah seorang pengungsi dari Irak, datang ke Amerika Serikat pada tahun 2002. Sekarang ia adalah mahasiswa senior di UC Berkley.

Makhzoomi berada di Los Angeles untuk menghadiri makan malam di Los Angeles World Affairs Council, sebuah acara yang juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Sementara di pesawat, dia menelepon pamannya untuk bercerita tentang makan malam dan mengakhiri panggilan telepon dengan mengucapkan "insya Allah" (Jika Allah menghendaki). Memberitahu pamannya bahwa "insya Allah" ia akan menelepon lagi ketika ia mendarat. 

Namun setelah ia menutup telepon, ia melihat seorang penumpang wanita telah menaruh curiga kepadanya. penumpang itu, lalu melaporkan Makhzoomi, yang kemudian kru pesawat mencari dan mengeluarkannya dari pesawat.

Selanjutnya beberapa anggota FBI langsung menanyainya karena tidak melakukan kesalahan, ia kembali dibebaskan dan naik pesawat lain untuk kembali ke Oakland.

Pihak maskapai penerbangan Southwest Airlines telah meminta maaf atas insiden itu.

Kisah ironis Makhzoomi itu sebagai orang terakhir untuk saat ini yang di suruh turun dari penerbangan karena Islamophobia. Mungkin di lain waktu akan ada Makhzoomi-Makhzoomi lain akan di suruh turun, jika kedapatan menggunakan bahasa Arab yang sangat mencurigakan, memakai busana aneh dan mungkin kecurigaan lainnya yang tak beralasan.

Poskan Komentar:

Baca Juga: