Kamis, 31 Maret 2016

Ilmuwan: Dinosaurus Mungkin Meninggal Karena Malaria

Kamis, 31 Maret 201622.27.00
nyamuk malaria
Ilmuwan dari University of Oregon (AS) telah menemukan jejak patogen nyamuk pembawa wabah malaria di resin fosil yang telah berusia 15-20 juta tahun.

Kepunahan hewan reptil raksasa yang hidup pada zaman kuno disebabkan oleh banyak kemungkinan seperti gempa bumi besar, itu menurut ilmuwan.

Kini ilmuwan menemukan bukti lain bahwa hewan kuno raksasa punah akibat di sengat nyamuk Anopheles. 

Serangga pembawa wabah malaria ini memang kecil tapi ia adalah sebagai pembunuh kelas kakap. Dan wabah malaria telah menjadi momok yang menakutkan bagi manusia karena telah membunuh lebih dari 400.000 orang per tahun.

Dinosaurus mungkin meninggal karena malaria, kesimpulan itu dibuat oleh ilmuwan AS.

Nyamuk Anopheles pembawa wabah malaria bisa menjadi penyebab utama kepunahan dinosaurus, ilmuwan membuat kesimpulan itu berdasarkan hasil eksperimen ilmiah dalam skala besar.

Ilmuwan dari Amerika Serikat mengatakan bahwa penyakit seperti malaria telah ada di Bumi 100 juta tahun yang lalu. Dan sebagai korban pertama dari nyamuk malaria yang dipilih adalah reptil, di antaranya adalah dinosaurus.

Para ilmuwan dari University of Oregon, mengatakan bahwa dalam studi ilmiah mereka telah mendeteksi jejak atau fosil dari nyamuk malaria, usia mereka bervariasi dari 15 hingga 20 juta tahun, jejak mereka kini hanya membeku di resin fosil.

Ilmuwan mencatat bahwa wabah malaria yang terdeteksi sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan nyamuk modern.

Poskan Komentar:

Baca Juga: