Wednesday, March 30, 2016

Candi Hatshepsut, Kuil Kuno Perempuan Bangsawan Paling Terkemuka

Wednesday, March 30, 20169:28:00 PM
Candi Hatshepsut
Kuil atau candi Hatshepsut, Hatshepsut adalah salah satu pemimpin wanita paling bersejarah di Mesir kuno yang berkuasa selama 22 tahun dan banyak peninggalannya dihancurkan oleh putra tiri-nya yang dendam kesumat kepada dirinya.

Hatshepsut adalah nama seorang wanita yang berkuasa di Mesir kuno, dia diketahui sebagai kaisar Fir'aun ke-5 sebagai dinasti Fir'aun ke-18, Hatshepsut berarti Perempuan Bangsawan Paling Terkemuka di Mesir, tapi ada pendahulunya yang bertahta tidak terlalu lama dan berkuasa cuma dua tahun saja, yakni Ratu Sobekneferu sedangkan Hatshepsut selama 22 tahun lebih.

Dan dialah satu-satu ratu atau kaisar wanita yang mendapat gelar Fir'aun karena menggantikan suaminya, yakni Fir'aun Thutmose II adalah kakak kandungnya sendiri yang meninggal karena tenggelam di laut merah. Setelah kematian suami, Hatshepsut diangkat sebagai ahli waris dan menguasai istana Mesir.

Ratu memerintah atau berkuasa paling lama dan hidup pada zaman Nabi Musa dan dialah pula yang menemukan bayi Nabi Musa ketika masih berusia muda yang di hanyutkan pada usia 3 bulan di sungai dan memelihara Nabi Musa sampai dewasa.

Nama candi atau istana Hatshepsut yang berdiri di tebing gunung batu itu, diambil dari nama kaisar atau ratu Hatshepsut sendiri dan itu merupakan kompleks pemakaman kaisar-kaisar Fir'aun di Luxor barat, candi megah mahakarya kuno itu masih berdiri kokoh sampai sekarang di Mesir dan paling sering dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai dunia. Nama lain dari candi kuno itu, adalah Deir el-Bahri.

Konon Hatshepsut diklaim sebagai salah satu kaisar Fir'aun Mesir yang paling sukses yang menjalankan roda pemerintahan, dia pula yang memerintahkan membangun beberapa bangunan megah baru. Sejarawan mengatakan akibat terlalu asik membangun gedung baru, keuangan kerajaan kuno itu menipis dan menyebabkan ia turun tahta.

Peninggalannya berupa monumen atau gedung indah dan jejak sejarah lainnya banyak dihancurkan oleh putra tiri-nya, yakni Thutmose III yang sangat dendam karena hidup lama di bawah kekuasaan sang ratu.

Masa pemerintahan Hatshepsut, sejarawan menggambarkan sebagai era perdamaian dan kemakmuran, masa kejayaan dan seni arsitektur. Ratu diketahui seringkali mengenakan pakaian seperti kaisar pria atau Fir'aun. Itu dengan tujuan agar para rakyat menerima dirinya apa adanya sebagai wanita.

Ratu Hatshepsut diyakini meninggal pada usia 50 tahun karena infeksi darah dan menderita beberapa penyakit lain, seperti diabetes. Umumnya sejarawan lebih percaya bahwa ratu meninggal karena kanker.

Studi baru menemukan bahwa ratu Hatshepsut diduga meninggal karena sebuah lotion. Studi itu menemukan adanya zat beracun karsinogen di botol kosmetik milik sang ratu.

Candi kuno mewah lain yang berada di kota Luxor timur yang sudah dijadikan sebagai museum terbuka di dunia yang cukup terkenal di Mesir, yaitu Candi Luxor, situs itu sering dijadikan sebagai tempat festival tahunan dan penghormatan kepada dewa matahari.

Poskan Komentar: