Selasa, 29 Maret 2016

Baalshamin, Kuil Kuno Megah Yang Tinggal Reruntuhan di Palmyra

Selasa, 29 Maret 201622.25.00
Palmyra baalshamin
Situs kuno ini sekarang sudah hancur akibat perang saudara yang berkepanjangan di Suriah.

Rata-rata kuil megah kuno sekarang hancur akibat ulah tangan manusia modern yang mencari harta karung, kehancuran lain disebabkan oleh gempa bumi dan perang saudara.

Salah satu kuil megah mahakarya kuno yang berada gurun pasir tandus yang sudah hancur menjadi reruntuhan karena perang saudara adalah kuil Baalshamin (dewa tuan langit) di Palmyra, Suriah Tengah.

Kuil kuno monumental ini pada waktu ditemukan oleh arkeolog Swiss pada kurun 1954-1956, adalah termasuk salah satu bangunan kuil kuno megah yang paling utuh di wilayah Tadmur lebih umum dikenal dengan nama Palmyra.

Kawasan Tadmur atau Palmyra berada di Suriah Tengah, dulu adalah sebuah wilayah kerajaan kuno sebagai kota perdagangan kuno paling maju di bawah kekuasaan kaisar Romawi, yaitu pada masa kekuasaan kaisar Hadrian.

Menurut sejarah dan bukti arkeologi, wilayah yang dulu berada di bawah Kekaisaran Romawi ini diklaim sebagai sebuah kota metropolis perdagangan paling penting tanpa pajak.

Situs kerajaan kuno ini pernah di kunjungi oleh Hadrian, kaisar dari Romawi kuno yang memiliki Mausoleum atau makam megah dan puluhan kuil-kuil megah lain di Roma, Italia.

Nasib kuil kuno untuk saat ini, sungguh sangat memprihatinkan sekali, mungkin ini satu-satunya situs kuno yang paling rusak parah akibat perang saudara di Suriah.

Candi atau kuil kuno ini berasal dari abad ke-2 SM dan di peruntukan bagi dewa Fenisia dari langit, Baalshamin yang berarti tuan langit.

Candi ini sebelumnya sudah ditetapkan sebagai kawasan UNESCO tapi sekarang situs mahakarya kuno itu sudah hancur hanya tersisa reruntuhan bangunan terhampar di Kota Tadmur atau Palmyra, Suriah.

Poskan Komentar:

Baca Juga: