Senin, 15 Februari 2016

Mereka Yang Menderita Buta Wajah

Senin, 15 Februari 201612.35.00
buta-wajah
Buta warna sering diderita oleh beberapa orang dan selain buta warna, ternyata ada juga orang yang menderita buta wajah.

Buta warna, penderita yang hampir tidak bisa membedakan semua warna, hanya mengenal warna hitam atau putih atau biru kehijau-hijauan karena semua warna terlihat sama olehnya.

Selain penderita buta warna, ternyata ada juga penyakit lainnya, yakni buta wajah, namun penderita buta wajah lebih parah dari buta warna. Mereka yang buta wajah, yaitu mereka tidak mengenal sosok wajah mereka sendiri, keluarga dan teman, mereka secara umum tidak dapat melihat hidung, mata dan mulut, tapi mereka melihat wajah manusia terlihat seperti simbol atau bahkan seperti terowongan atau kanvas kosong.

Penyakit buta wajah di bidang medis di namakan Prosopagnosia. Namun penyakit ini lebih di kenal dengan nama “buta wajah” dalam bahasa Inggris “face blindness”.

Kakak Beradik Buta Wajah di Inggris

Donna Jones dan Victoria Wardley, kakak beradik yang berasal dari Yorkshire, Inggris, mereka menderita penyakit buta wajah yang membuat mereka tak bisa membedakan wajah suami masing-masing, wajah anak, bahkan wajahnya sendiri. Kondisi ini membuatnya harus menghabiskan waktu berjam-jam mencari keluarga ketika terpisah di jalan.

Heather Sellers, asal Holland, Michigan, Saya tak bisa menghafal bentuk wajah manusia. Wajah manusia tidak istimewa bagi saya," katanya. "Saya tidak memproses informasi tentang wajah manusia seperti saya melakukannya pada mobil atau anjing. Ini bukan masalah visual, melainkan masalah persepsi," Kondisi ini membuatnya harus menghabiskan waktu berjam-jam mencari ibunya ketika terpisah di pasar atau di jalan.

Brad Pitt

Brad Pitt kini diduga terkena penyakit langka Prosopagnosia yang mengakibatkan buta wajah. "Begitu banyak orang membenci saya karena mereka mengira saya tidak menghargai mereka. Saya akan memeriksakannya," kata Brad Pitt dalam Medical Daily.

Saat ini diperkirakan ada 2,5% dari jumlah populasi dunia yang menderita Prosopagnosia. Penyakit langka ini belum memiliki obat untuk menyembuhkannya.

Disadur dari berbagai sumber

Poskan Komentar: