Rabu, 24 Februari 2016

Foto Pernikahan Dini Ini Menjadi Perdebatan di Internet

Rabu, 24 Februari 201616.18.00
pernikahan dini
Foto dua pengantin Cina yang menjalani pernikahan dini ini, telah menimbulkan diskusi panas di dunia maya.

Pernikahan dini kalau di Perdesaan, Indonesia adalah sudah sering terjadi dan tidak menjadi bahan perbincangan serius di kalangan masyarakat, apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur, yakni sang gadis hamil dan pemerintah cuma bisa prihatin karena kalah dalam sosialisasikan program mereka dari bahaya pernikahan dini. 

Lain hal di Cina, foto pasangan pengantin remaja usia 16 tahun mengenakan pakaian pernikahan telah memicu perdebatan yang cukup panas di kalangan pengguna internet. 

Melansir dari ecns.com,  Foto dua remaja usia 16 tahun mengenakan jas dan gaun pengantin itu, di anggap sebagai pernikahan dini dan pernikahan dua remaja ini telah memicu perdebatan panas di media sosial Cina.

Polemik mengenai usia dari dua remaja itu, diperkirakan bahwa laki-laki baru usia 13 tahun dan pengantin wanita usia 16 tahun, tapi mereka telah membuat klarifikasi online, mengatakan bahwa mereka berdua telah mencapai 16 tahun, dan pernikahan mereka telah di restui dan mendapat dukungan dari orang tua mereka, meskipun usia menikah hukum di China adalah 22 untuk pria dan 20 untuk wanita.

Pasangan itu, dari sebuah kota kecil di wilayah otonomi Guangxi Zhuang, China selatan, mengaku telah saling kenal selama lebih dari setahun. Keduanya telah putus sekolah. Selain mengklarifikasi usia mereka dalam laporan online, mereka berdua juga telah membantah spekulasi netizens "bahwa pernikahan itu terjadi karena pengantin wanita hamil".

"Pernikahan antara kami tidak bisa dihindari setelah mengetahui satu sama lain selama lebih dari setahun. Jadi kita hanya mengadakan upacara pernikahan dan akan mendapatkan surat nikah setelah kami mencapai usia berdasarkan hukum kita," kata para pengantin wanita.

Fakta bahwa pengantin pria berhenti SMP di tahun kedua yang memicu perdebatan. Menurut hukum China, seorang remaja harus menerima sembilan tahun wajib belajar, yaitu enam tahun pendidikan sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama.

Poskan Komentar:

Baca Juga: