Selasa, 12 Januari 2016

NASA: 60 Tahun Lagi Banjir Global Dan Kematian Manusia

Selasa, 12 Januari 201612.44.00
gelombang
Ilmuwan memprediksi bahwa 60 tahun lagi beberapa kota besar di Eropa dan Asia akan mengalami banjir besar yang menyebabkan kerusakan dan kematian manusia.

Menurut perhitungan superkomputer, NASA di tahun 2075 dunia dapat terjadi banjir besar yang menggenangi bagian Eropa dan Amerika Serikat, serta memprovokasi perubahan iklim ekstrim.

Ilmuwan NASA telah memprediksi hal itu akan terjadi dan mengatakan bahwa setelah 60 tahun di Bumi bisa terjadi banjir besar yang akan membasuh seluruh permukaan planet bumi dan beberapa dari ibukota Eropa, termasuk Tokyo, dan di samping itu, dan bagian dari Amerika Serikat.

Banjir secara global itu bisa mungkin akan terjadi, klaim para ilmuwan NASA, dan menurut mereka karena di tahun 2075 mencairnya es secara ekstrim. Dilaporkan oleh Dayli Planet.

Dengan demikian, setelah sekitar enam puluh tahun, tingkat air di lautan, "melangkahi" tingkat ekstrim setinggi dua meter, yang dapat membanjiri seluruh Tokyo, London, Amsterdam, bagian dari Amerika Serikat dan kota-kota besar lainnya.

Ilmuwan NASA membuat kesimpulan seperti itu didasarkan pada hasil penelitian mereka, karena mereka telah mengembangkan sebuah program khusus, yang didasarkan pada faktor-faktor perubahan iklim dalam jangka panjang, mencairnya gletser, pergerakan bumi, bulan dan planet-planet lainnya, serta perubahan tingkat air lautan.

Semua data ini, diperkenalkan oleh ilmuwan NASA dengan bantuan perhitungan superkomputer khusus yang di miliki NASA, yang dimodelkan pada kemungkinan situasi ekstrim yang akan terjadi pada enam puluh tahun kedepan. Sebagai hasil dari bencana ini, oleh Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA), meramalkan akan ada kemungkinan yang bisa terjadi kematian atau kepunahan manusia disebabkan oleh banjir besar. Dan yang selamat, pada gilirannya akan menjadi saksi atas perubahan iklim mendadak, yang akan mengakibatkan munculnya jenis penyakit baru dan kelaparan.

Perlu dicatat bahwa selain informasi mengejutkan ini yang diberikan oleh superkomputer, NASA, dia juga memprediksi hilangnya seluruh penghuni dari planet bumi yang dapat terjadi dalam seribu tahun kedepan. Fenomena ini mungkin dikarenakan oleh kenaikan air laut dalam tingkat yang ekstrim.

Pada Oktober 2014 ilmuwan dari Potsdam Institute untuk studi perubahan iklim di Jerman juga pernah menerbitkan perkiraan mereka bahwa akan ada banjir besar yang akan terjadi di tahun 2100 karena mencair nya es benua secara ekstrim yang menyebabkan kenaikan permukaan laut antara 0,75-1,5 meter.

Sebagai hasil perubahan iklim tersebut beberapa dari kota Eropa dan Amerika di prediksi akan mengalami banjir ekstrim. Daerah dengan risiko tertinggi di Venice, Los Angeles, Amsterdam, Hamburg, St Petersburg dan beberapa kota besar lainnya.

NASA juga pernah mengumumkan ramalannya atas nasip bumi lewat sebuah dataset mengatakan bahwa bumi akan mengalami perubahan iklim ekstrim, yakni kebakaran global di tahun 2100.

Poskan Komentar:

Baca Juga: