Selasa, 12 Januari 2016

Ilmuwan: Melioidosis Telah Membunuh Puluhan Ribu Orang

Selasa, 12 Januari 201622.37.00
Menurut ilmuwan bakteri melioidosis dapat menular dan telah membunuh banyak orang di seluruh di dunia dan penyakit mematikan ini awalnya dari Asia.

Sebuah bakteri menular dan mematikan, yakni melioidosis dan sedikit diketahui oleh banyak orang tapi bakteri menular ini telah menyebabkan puluhan ribu orang di seluruh dunia setiap tahun meninggal, itu menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Oxford dan University of Washington.

Laporan para ilmuwan ini diterbitkan dalam jurnal Nature Mikrobiologi. Menurut para ilmuwan, pada tahun 2015, akibat bakteri melioidosis menyebabkan 165 ribu jatuh sakit dan sekitar 89 ribu orang meninggal dunia.

Penyakit mematikan ini seperti virus Ebola, yang terjadi pada tahun 2015 yang sempat menggemparkan dunia dan menyebabkan 95 ribu orang sekarat. Penyakit ini nyaris setara dengan DBD yang setiap tahunnya bisa membunuh sekitar 12.500 orang.

Efek dari penyakit melioidosis, yakni dapat menyebabkan sepsis berat (keracunan darah yang parah), pneumonia, dan pembengkakan hati dan ginjal, kelenjar prostat, kelenjar liur, dan limpa, yang disertai oleh peradangan pada berbagai organ tubuh.

Sebelumnya ilmuwan berpikir bahwa penyakit ini hanya menyebar di Asia Tenggara dan Australia bagian utara. Namun, data baru menunjukkan bahwa penyakit ini juga ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah, Afrika dan Timur Tengah.

Menurut para ilmuwan bahwa ada 45 negara di mana penduduknya terkena penyakit ini dan sulit mendeteksi-nya pada orang yang jatuh sakit dengan gejala penyakit ini karena pengetahuan ilmuwan medis terhadap penyakit masih rendah sekali.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Burkholderia pseudomallei, yang hadir dalam tanah dan dapat menyerang tubuh manusia melalui luka kecil atau saat bernapas. Seringkali, penyakit ini mempengaruhi para pekerja pertanian.

Mendiagnosis penyakit ini adalah cukup sulit karena mirip dengan beberapa infeksi bakteri lainnya. Namun, tidak seperti penyakit lainnya untuk mengobati penyakit melioidosis dengan antibiotik cocok adalah sulit. Tingkat kematian dari penyakit ini adalah sekitar 70%.

Sejarah telah mencatat bahwa penyakit ini pertama kali ditemukan dari pecandu morfin di Myanmar pada 1911. Kemudian, laporan serupa pun mulai bermunculan dari Thailand, Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Australia Utara. Saat Perang Vietnam pun, banyak tentara Perancis dan Amerika yang terjangkit penyakit misterius ini.

Poskan Komentar: