Friday, November 27, 2015

Usai Mendekam 40 Tahun di Penjara Pria Ini Kaget Lihat Dunia Luar

Friday, November 27, 20158:06:00 PM
Otis Jhonson
Otis Jhonson sangat takjub dengan dunia luar saat ini, usai mendekam dalam penjara selama 40 tahun, ia dakwa atas percobaan pembunuhan seorang perwira polisi.

Otis Jhonson kini baru keluar dari penjara setelah 40 tahun menghuni hotel jeruji besi, empat dekade lalu ia baru berusia 25 tahun dan saat itu tentunya masih sedikit teknologi dan jadul pula dalam arti belum mobile dan bahkan hanya bisa di beli orang-orang berduit.

Otis sebagai mahasiswa abadi yang masuk kuliah di fakultas jeruji besi selama 40 tahun di dakwa atas percobaan pembunuhan sangat kaget banget dengan dunia luar saat ini, usai lulus kuliah dengan gelar sarjana NP (narapidana).

Otis yang kini berusia 69 tahun merasa takjub dan juga heran banget dengan dunia luar saat ini, seperti yang terlihat di sekitarnya ada banyak anak muda menggunakan headset di kira Agen CIA.

Otis merasa agak aneh dengan keadaan diluar untuk sekarang ini, ketika ia melihat perilaku orang-orang yang lalu-lalang di kawasan Times Square, New York, AS. Mereka yang berjalan sungguh cepat, mengetik di layar smartphone tanpa melihat sekeliling mereka dan memasang headset di telinga seperti agen CIA tanpa takut akan di tabrak kendaraan ketika menyeberang jalan.

Otis pun makin heran kenapa orang-orang itu tampak berbicara sendiri sembari terus berjalan. "Ada sesuatu terpasang di telinga mereka," Kata Otis dengan rasa keheranan.

Otis sempat menganggap semua orang kini berprofesi sebagai CIA. Bagaimana tidak, pada tahun 60-an hingga 70-an, hanya agen intelijen yang terlihat sudah mengenakan headset.

"Ketika saya keluar, saya ingin menggunakan telepon umum di kereta bawah tanah," katanya. "Tapi kemudian saya terkejut bahwa panggilan telepon sekarang biayanya satu dolar. Pada saat itu saya harus membayar hanya 25 sen. "Dia juga mencatat bahwa orang tidak lagi menggunakan telepon umum tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, Otis juga menganggap beberapa iklan TV pada layar billboard adalah sesuatu yang menakjubkan. "Saya tak pernah melihatnya. Dulu biasanya orang-orang yang terlihat di jendela," kata Otis Johnson dengan nada keheranan.

Awalnya, kata dia, berat untuk menerima semua perubahan yang begitu cepat. Mau tak mau ia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya untuk saat ini dan juga begitu sedih karena telah kehilangan kontak dengan seluruh saudaranya.

Poskan Komentar: