Minggu, 01 November 2015

12 Kesalahpahaman Yang Kita Dengar Tentang Jepang

Minggu, 01 November 201523.23.00
tokyo tower
Tidak semua hal yang di ceritakan oleh media tentang negara Jepang adalah adalah benar dan orang Jepang bukan warga pemalu.

Kita seringkali disajikan berita di media mengenai kemajuan negara Jepang sampai cara diet wanita Jepang untuk mendapatkan tubuh langsing. Jepang memang adalah negara maju di Asia tapi kondisi dan kebiasaan masyarakat di sana tak beda jauh dengan masyarakat yang ada di negara lain pada umumnya.

Fenomena kehebatan dan tradisi Jepang pada umumnya sudah sering kita baca di media atau dengar. Tapi apakah semua itu yang kita dengar adalah benar? ternyata semua itu hanyalah sebuah generalisasi atau hanya pandangan media dan individu saja.

Berikut beberapa hal yang sering kita baca dan dengar tentang Jepang dan semua itu sebenarnya hanyalah generalisasi saja.

1.  Orang Jepang hanya makan sushi dan ikan mentah

Sushi dan sashimi
Semua negara memiliki makanan ikonik contoh kecil di Indonesia, tepatnya di Bandung, Jawa Barat, masyarakat di sana doyan makan sayuran mentah, begitu juga dengan orang Jepang yang doyan makan Sushi dan ikan Mentah tapi tidak setiap hari.  

Ini adalah salah satu mitos yang tidak mendasar yang sering kita dengar sebagai orang yang belum pernah mengunjungi Jepang. Banyak orang beranggapan bahwa orang di Tanah Matahari Terbit itu hanya makan sushi dan ikan mentah (sashimi). Kenyataannnya di Jepang kita dapat menemukan berbagai restoran dan banyak dari mereka menawarkan hidangan dengan gaya barat dan Asia pada umumnya serta di rumah penduduk menyiapkan makanan seperti masyarakat pada umumnya yang di negara lain.

Memang benar bahwa banyak makanan di Jepang yang sedikit manis dan juga benar bahwa ada orang asing harus beradaptasi untuk mendapatkan selera makan disana. Tak hanya di Jepang di negara mana pun sebagai orang asing butuh adaptasi dengan citra rasa makanan yang ada di negara yang disinggahi.

2. Jepang dikelilingi oleh teknologi di mana-mana

Banyak robot ciptaan negara Jepang yang memiliki tangan, kaki, dan wajah layaknya manusia tapi tidak ciptakan oleh individu tapi perusahaan raksasa yang ada di sana.

Ini adalah salah satu omong kosong yang sering kita dengar. Memang benar bahwa Jepang adalah negara maju di bidang teknologi, tapi pada kenyataannya Anda tidak akan melihat teknologi modern seperti robot di berbagai sudut di setiap kota-kota besar yang ada di Jepang. Kita hanya dapat dilihat semua itu hanya dalam pameran besar ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Jepang adalah negara dengan jumlah tertinggi bunuh diri

warga jepang di shinjuku
Ingat bahwa warga negara Jepang tidak doyan bunuh diri walaupun di sana ada tradisi ekstrim, yakni bunuh diri tapi lebih banyak berlaku kepada pelaku samurai.

Jangan mudah percaya dengan media sebagai orang yang belum pernah berkunjung di negara Jepang. Meskipun tingkat bunuh diri di Jepang sangat tinggi, negara ini tidak memimpin sebagai peringkat pertama dalam kasus bunuh diri.

Menurut data yang dikumpulkan pada tahun 2012 oleh OECD (Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan), yang memimpin peringkat kasus bunuh diri adalah Lithuania, diikuti oleh Korea Selatan, Hungaria, Latvia dan Jepang.

Budaya bunuh diri di Jepang memiliki akar sejarah, saat seorang samurai gagal mengembang tugas, ia yang akan memilih mati dengan cara terhormat, yaitu dengan cara Harakiri (merobek perut dengan mengeluarkan usus). Tradisi Ini jangan kita tiru karena tidak akan memperbaiki masalah.

Di Jepang, pengaruh Buddha, juga percaya bahwa kematian adalah bagian untuk eksistensi lain. Jaid orang Jepang tidak doyan dengan tradisi bunuh diri. Bunuh diri bisa terjadi kepada siapa saja ketika dihadapkan pada masalah yang sangat kompleks.

Di Jepang, perusahaan sangat ketat dan banyak orang Jepang tidak bisa mengatasi tekanan teman sebaya. Hal ini menyebabkan frustrasi, kecemasan dan bahkan depresi berat. Akibatnya, banyak yang percaya bahwa dengan hanya bunuh diri akan terbebas dari aturan ketat yang diberlakukan oleh masyarakat.

4. Jepang penuh dengan orang

Persimpangan Shibuya sering terjadi penumpukkan orang di sini untuk pergi kerja dan pulang kerja.

Beberapa gambar tentang Jepang, seperti di persimpangan Shibuya dan statiun kereta bawah tanah sering terjadi penumpukkan orang. Pemandangan itu terjadi karena orang Jepang punya tradisi naik angkutan umum daripada naik kendaraan pribadi untuk pergi kerja dan pulang kerja. Jadi tidak benar Jepang penuh dengan manusia.

Kereta api adalah salah satu transportasi yang mengakomodasi semua orang di dalam gerbong, itu menunjukkan orang Jepang dengan kapasitas yang ekstrim. Contoh ekstrim penumpukkan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang sering terjadi di Indonesia, yakni terminal KA kota Jakarta.

Memang, adegan seperti ini biasanya terlihat di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, namun semuanya begitu terorganisir dan bekerja dengan baik sehingga tidak menunjukkan adanya masalah besar disana.

5. Orang Jepang semua jujur

wanita jepang
Dimana pun saja di dunia ini pasti ada orang baik dan buruk dan bukan berarti di jepang tidak orang baik dan jahat.

Ada banyak orang jujur di dunia ini dan tidak hanya di Jepang ada orang baik dan buruk. Jadi tidak benar bahwa semua orang Jepang adalah jujur. Meskipun begitu seseorang tidak dapat menyangkal bahwa sebagian besar orang dari Jepang sangat sopan, jujur ​​dan baik hati.

6. Bahwa semua orang Jepang berpakaian seperti di Harajuku

gadis jepang
Gadis-gadis Jepang sering mengenakan kostum aneh untuk berkumpul di kawasan Harajuku.

Di Jepang, terutama di kota-kota besar, banyak anak muda adalah bagian dari subkultur, dan setiap suku perkotaan memiliki pedoman busana sendiri. Ini tidak berarti bahwa setiap orang Jepang merupakan bagian dari suku atau subkultur. Bahkan, sebagian besar penduduk tidak termasuk suku apapun dan sering berpakaian diam-diam dengan pakaian biasa dan warna-warna netral.

Bahkan, orang Jepang tidak peduli tentang tren pakaian. Orang-orang Jepang memiliki kebebasan untuk berpakaian seperti yang mereka inginkan. Mereka tidak paksakan untuk mengenakan kimono atau pakaian mirip cosplay.

7. Semua orang Jepang adalah bertubuh ramping

wanita langsing jepang
Tidak benar bahwa semua warga jepang bertubuh ramping.

Memang agak sedikit benar bahwa orang Jepang memiliki salah satu tingkat terendah di dunia obesitas, tetapi untuk mengatakan bahwa semua orang Jepang bertubuh ramping adalah benar-benar keliru.

Contoh para pegulat sumo, itu sebagai bukti bahwa tidak orang semua Jepang bertubuh ramping. Hal ini juga benar bahwa banyak orang Jepang (kebanyakan perempuan) yang sedikit terobsesi dengan hal tubuh langsing, tetapi paradigma ini telah rusak secara bertahap.

Marshmallow Girls
Marshmallow girls berdiri untuk mengubah image bahwa perempuan Jepang harus ramping dan pada kenyataannya band ini adalah kumpulan gadis gemuk.

Contoh beberapa grup musik yang terdiri dari gadis-gadis remaja kelebihan berat badan. Band ini umumnya disebut "Marshmallow Girls". Band ini berdiri dengan tujuannya untuk menunjukkan kepada orang-orang yang kelebihan berat badan bahwa mereka tidak harus kurus untuk menjadi sehat dan bahagia.

8. Tidak ada kemiskinan di Jepang

tunawisma jepang
Di negara adi daya yang di pimpin Obama saja ada tunawisma jadi bukan berarti kemiskinan tidak ada di Jepang, jadi tidak semua warga Jepang hidup dalam keadaan cukup ekonomi.

Bagi banyak orang beranggapan bahwa tidak ada kemiskinan dan pengemis di Jepang. Banyak penduduk Jepang sebenarnya memiliki standar hidup dianggap baik bila dibandingkan dengan negara-negara lain, tapi sayangnya kita tidak bisa mengatakan bahwa semua orang hidup dalam realitas ini.

Tunawisma juga ada di Jepang, dan kami dapat menemukan mereka terutama di kota-kota besar seperti Nagoya dan Tokyo.

Ada juga sebuah kota di Osaka, yang disebut Kamagasaki, di mana sebagian besar penduduk hidup dalam kemiskinan, disebabkan oleh pengangguran dan ditinggalkannya pemerintah Jepang. Tentu saja kemiskinan di Jepang tidak seberapa dibandingkan dengan negara-negara lain di luar sana, tapi kita tidak bisa menutup mata dengan realitas ini dan mengatakan bahwa sama sekali tidak ada kemiskinan di sana.

9. Semua Orang Jepang kecanduan manga dan anime

Tidak benar bahwa semua warga Jepang pecinta anime dan manga.

Banyak orang beranggapan bahwa semua orang Jepang kecanduan anime dan manga, tapi ini juga sebuah kesalahan. Memang benar bahwa banyak seperti itu, bahkan orang dewasa, tetapi ada juga orang-orang yang tidak mengidentifikasi diri mereka dengan budaya ini. Tapi generalisasi ini adalah kesalahan dari media internasional selalu suka menunjukkan budaya otaku seolah-olah itu adalah bagian dari kehidupan semua orang Jepang.

Ini akan menjadi sama dengan mengatakan bahwa semua Brasil fanatik terhadap sepak bola, samba dan Karnaval dan kita tahu bahwa itu tidak demikian begitu.

10. Orang Jepang berperilaku aneh dan menyimpang

orang aneh di jepang
Tidak semua orang Jepang aneh dan menyimpang dan mereka juga manusia punya rasa humor.

Kita sering beranggapan bahwa banyak orang Jepang tampak aneh dan menyimpang, tapi ini bukanlah suatu realitas yang sering terjadi disana dan itu hanyalah generalisasi atau pandangan individual atau media saja. Dan pada umumnya orang aneh dan menyimpang bisa terjadi di semua negara.

Tapi ada juga orang Jepang yang benar-benar memiliki kebiasaan aneh dan ini akhirnya menciptakan stereotip yang sangat disayangkan. Salah satunya adalah pencurian terkenal yang mengambil jemuran pakaian orang lain.

Ditambah dengan fakta ada mesin yang menjual celana bekas dan beberapa papan pengumumnan di stasiun kereta memperingatkan para wanita muda untuk berhati-hati dengan para penguntit (orang-orang yang ingin mengambil gambar unik yang di dalam rok), itu menambah stereotip buruk bagi orang Jepang. Dan pada kenyataannya, penyimpangan ada di mana-mana. Hal ini bukan sesuatu yang unik di Jepang.

11. Orang Jepang adalah Pemalu

orang pemalu
Pada kenyataannya adalah kesopanan yang diterapan orang Jepang sering di anggap sebagai sifat pemalu.

Mungkin karena cara sopan yang banyak dimiliki orang Jepang, banyak pula yang beranggapan bahwa setiap orang Jepang adalah pemalu, itu tidak sepenuhnya benar. Sebagai mana saja di dunia, di Jepang ada lebih banyak orang yang pemalu dan lebih lainnya pula terbuka. Lain tampaknya malu pada awalnya, tapi seiring waktu mereka jadi terbuka.

Yang benar adalah bahwa sebagian besar orang Jepang tahu waktu untuk harus serius atau disiplin dan terlepas untuk bersosialisasi di mana dan kapan saja. Jadi mereka tidak ada bedanya dengan masyarakat yang ada di negara lain.

12. Banyak orang Jepang mati karena pekerjaan

pekerja jepang
Fakta manusia bukan robot, siapapun bekerja di batas normal akan mati karena kelelahan yang parah.

Ada anggapan bahwa orang Jepang pekerja keras dan membuat jam kerja yang panjang dan melelahkan. Secara harfiah ada orang meninggal karena kelelahan dan stres akibat bekerja tanpa istrahat. Itu fakta, jadi itu bukan kasus besar di Jepang. Jadi tidak benar bahwa orang Jepang mati rata-rata karena bekerja keras.

Pada umumnya banyak penduduk Jepang rata-rata bekerja 8 jam dalam sehari atau bahkan kurang dari itu. Banyak orang Jepang juga lebih suka kerja separuh waktu. Jepang tidak jauh berbeda dari apa yang kita lihat di negara-negara lain

Ada orang yang hidup untuk bekerja, dan ada juga orang yang lebih memilih untuk bekerja sedikit dan memiliki lebih banyak waktu luang.

Dan masih banyak fakta lain tentang Jepang yang jauh dari realitas yang sering di gemborkan oleh media barat.

Poskan Komentar: