Wednesday, September 30, 2015

Satpam Dermawan Ini Telah Berdonasi 980 Juta Selama 19 Tahun

Wednesday, September 30, 201510:52:00 PM
Satpam dermawan Ma Yong
Ma Yong sering menyisihkan nyaris dari seluruh gaji pokoknya yang ia terima setiap bulan sebagai Satpam untuk membantu siswa miskin yang kesulitan keuangan dan Ma Yong telah menyumbang 900 juta selama 19 tahun. 

Orang yang menjalani profesi Satpam atau Penjaga keamanan bukanlah orang kaya dan bergelimang harta, tapi pria yang satu ini punya jiwa sosial yang tinggi dan inspiratif, setiap bulan setelah gajian ia mendonasikan nyaris dari seluruh gajinya sebagai Satpam untuk membantu siswa miskin yang kesulitan keuangan.

Dia adalah Ma Yong, 39 tahun, pria paru baya asal Tiongkok mantan tentara ini telah yang mendedikasikan seluruh hidupnya sebagai penjaga keamanan atau Satpam di perumahan mewah di kota Rushan di provinsi Shadong.

Ma Yong setiap bulan setelah gajian, menyumbangkan nyaris dari seluruh gaji pokok perbulan yang ia terima sebagai Satpam untuk membantu siswa miskin yang kesulitan keuangan dan kebiasaan berjiwa dermawan ini telah dijalaninya selama 19 tahun, koran lokal Weihai Evening News melaporkan.

Ma Yong menjadi Satpam di sebuah komunitas perumahan mewah di kota Rushan, Provinsi Shandong, setiap bulan menyumbangkan 1.700 yuan atau sekitar 3,6 juta untuk menolong siswa dengan kesulitan keuangan. Gaji Ma Yong 2.200 yuan atau 4,6 juta per bulan.

Pria dermawan yang tak punya tabungan ini diketahui telah mendonasikan gajinya yang mencapai 470 ribu Yuan atau sekitar Rp 980 juta selama 19 tahun. Ma tetap bersikeras akan terus membantu siswa miskin. Donasi nya saat ini menyediakan 100 yuan per bulan untuk 17 siswa.

Menurut pengakuan Ma, suatu ketika jari ibunya terpotong oleh mesin saat bekerja sementara itu ia masih berada di tentara. Dia mengatakan rekan-rekannya menyumbangkan uang untuk membantu pengobatan ibunya dan bahwa ia sangat bersyukur dengan kebaikan itu dan ingin membantu lebih banyak orang.

Saat diwawancarai wartawan lokal, Ma mengatakan, dirinya amat bahagia apabila bisa membantu orang lain.
“Saya sendiri tak merasa rugi menyumbang gaji saya dan saya sendiri tak pernah merasa kekurangan,” terangnya.
Ibunya pernah meminta kepada Ma Yong untuk berhenti memberi donasi, namun Ma menolak. Ma sendiri tidak ingin orang tuanya bekerja keras. Namun, di sisi lain, dia juga tidak ingin berhenti bersedekah.

Pria dermawan lain pada beberapa puluhan tahun yang lalu bernama Bai Fang Li adalah seorang pria tua miskin yang berprofesi sebagai tukang becak. Seluruh hidupnya dihabiskan hanya duduk di atas sadel becak, makan dan minum seala kadarnya, ia tak mementingkan kesehatan dirinya.

Bai tak pernah merasa lelah mengayuh becak mengantar pelanggan yang memakai jasanya dengan imbalan uang sekadarnya.Dari penghasilan yang diperoleh selama seharian mengayuh becak disumbangkannya kepada sebuah Panti Asuhan yang mengurusi sekitar 300 anak-anak yatim piatu miskin di Tianjin, Tiongkok.

Bai meninggal di usia 93 tahun. Meninggal dalam keadaan miskin yang papah sebagai pria tua yang tak terawat. Kendati demikian, dia telah menyumbang disepanjang hidupnya sekitar Rp 500 juta dari penghasilan mengayuh becak untuk membantu anak-anak miskin di sebuah panti asuhan.

Poskan Komentar: