Selasa, 30 Juni 2015

Inilah Penyebab Pengajuan KTA Butuh Kartu Kredit Sebagai Persyaratan Utama

Selasa, 30 Juni 201514.02.00
Persyaratan KTA


Untuk mendapatkan pinjaman uang dalam waktu cepat, bank kini menawarkan pinjaman pribadi dalam bentuk kredit tanpa agunan dan dengan agunan. Kendati demikian, KTA atau kredit tanpa agunan adalah jenis pinjaman pribadi yang paling banyak diminati masyarakat di indonesia.

Kta lebih disukai karena peminjam tidak perlu menyediakan jaminan sewaktu ingin mengajukan pinjaman ke bank atau lembaga keuangan non bank. Berbeda dengan kta, pinjaman pribadi dengan agunan mengharuskan peminjam untuk memberikan jaminan seperti contoh, sertifikat tanah, bpkb mobil, dan lain sebagainya. Jaminan yang ditawarkan juga bukan sembarang jaminan; jaminan bpkb sepeda motor biasanya akan ditolak karena nilainya tidak seberapa, namun bpkp motor besar seperti harley davidson bisa dijaminkan karena nilai jualnya yang lumayan tinggi. Karena alasan ini, masyarakat cenderung memilih pinjaman pribadi tanpa agunan.

Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Pengajuan Kta

Sewaktu anda ingin mengajukan pinjaman kta, ada beberapa syarat umum yang wajib anda penuhi. Persyaratan ini seperti fc ktp, slip gaji, skp, npwp, rekening koran dan pastinya mengisi form aplikasi pinjaman kta. Namun di atas itu semua, peminjam wajib mempunyai kartu kredit dengan usia pakai minimal 1 tahun. Loh, mengapa harus memiliki kartu kredit? Simpel, kartu kredit menjadi acuan pihak bank dalam melihat track record keuangan anda. Data yang diperoleh dari kartu kredit tidak bisa dipalsukan alias valid. Segala aktivitas transaksi anda yang berhubungan dengan kartu kredit akan tercatat atau terekam di bank indonesia.

Dengan data tersebut, pihak bank atau lembaga keuangan non bank bisa melihat sejarah keuangan anda, apakah sehat atau tidak. Dengan melakukan analisa berdasarkan data tadi, pihak bank bisa menentukan apakah peminjam layak diberikan pinjaman dan peminjam bisa mengembalikan seluruh pinjaman nantinya. Kendati anda berpenghasilan besar, melalui data tersebut bank bisa melihat cicilan atau angsuran apa saja yang masih berlangsung. Dengan demikian, apakah cicilan untuk hutang yang baru masih bisa dipenuhi meski dengan adanya hutang-hutang lain? Itu sebabnya bank mengharuskan peminjam sudah memiliki kartu kredit dengan usia pakai minimum 1 tahun. Logikanya, bank tidak mau mengambil resiko jika nantinya peminjam gagal membayar hutangnya, karena di sisi lain, hutang tersebut tanpa jaminan.

BI Checking

Bi checking adalah proses yang dilakukan pihak bank atau non-bank dalam mengecek sejarah atau riwayat keuangan calon peminjam. Dalam prosesnya, bi checking terkoneksi dengan sistem informasi debitur (sid) milik bi. Dari rekening tabungan hingga transaksi kartu kredit, tercatat dan tersimpan rapi di dalam sid. Hasil yang dikeluarkan sid dikenal dengan istilah informasi debitur individual (idi).

Sekilas mengenai SID dan IDI

Seperti dikatakan sebelumnya, sid adalah suatu sistem yang menyimpan dan menghimpun data pembiayaan atau penyediaan dana yang dilaporkan oleh mereka yang sudah menjadi anggota biro infromasi kredit secara berkala setiap bulan kepada bi. Laporan yang diberikan kemudian diolah dan keluar berupa idi historis. Idi historis ini kemudian dapat diakses lembaga keuangan anggota biro informasi kredit kapanpun guna melihat data lengkap debitur secara perorangan.

Mengacu pada pembahasan di atas, idi merupakan data hasi olahan sid. Data idi mencakup track record keuangan debitur, baik itu yang bermasalah atau tidak, dan dengan nilai nominal mulai dari 1 rupiah ke atas. selain itu, data idi juga sangat update, karena mencakup info pembayaran yang dilakukan dalam 1 tahun terakhir. Berikut adalah data yang tertera di data idi historis: id debitur, pengurus dan pemilik, fasilitas pembiayaan dana yang diterima, deskripsi agunan, penjamin, dan juga kolektibilitas.

Nah, sekarang sudah mulai mengerti dong, mengapa pengajuan KTA butuh persyaratan kartu kredit. Karena dengan data dari kartu kredit, debitur yang sakit secara keuangan tidak bakal disetujui pengajuan KTA-nya. Ironisnya, bank lebih suka meminjamkan uang kepada mereka yang sehat secara keuangan, padahal debitur yang benar-benar butuh, biasanya datang dari mereka yang "sakit".

Poskan Komentar: