Selasa, 06 Januari 2015

Kapal Cina Ini Akan Bantu Cari Kotak Hitam AirAsia Flight QZ8501

Selasa, 06 Januari 201520.06.00
kapal penyelamat cina
Kapal penyelamat Cina "South Sea Rescue 101" akan tiba tanggal 9 untuk membantu mencari kotak hitam pesawat  AirAsia Flight QZ8501 I [Foto: China News Service / Luo Yunfei]

Berkas foto kapal penyelamatan China "South Sea Rescue 101". Kapal ini telah meninggalkan kota Haikou, provinsi Hainan dan diperkirakan akan tiba di lokasi pada tanggal 9 Januari 2015 untuk mencari kotak hitam dari AirAsia Flight QZ8501 yang naas.

Kapal "South Sea Rescue 101" memiliki panjang 109,7 meter, dan dengan kapasitas 6.200 ton beban penuh.


Insiden Indonesia AirAsia Flight 8501


Indonesia AirAsia Penerbangan 8501 (nomor penerbangan: QZ8501/AWQ8501) (sering disebut dengan Tragedi AirAsia QZ8501) adalah pesawat Airbus A320 milik Indonesia AirAsia (grup AirAsia) yang dinyatakan hilang kontak di sekitar Laut Jawa dekat Selat Karimata pada saat terbang dari Surabaya, Indonesia menuju Singapura pada tanggal 28 Desember 2014. dengan 155 penumpang dan 7 orang kru di dalam pesawat. Pada 30 Desember 2014, puing-puing pesawat ini telah ditemukan mengapung di Laut Jawa. Tubuh manusia juga ditemukan bersamaan dengan penemuan puing pesawat yang berjumlah 162 orang dinyatakan tewas.

Pada tanggal 20 Januari 2015, dilaporkan bahwa QZ8501 mengalami stall, yakni keadaan di mana pesawat kehilangan daya angkat yang pada umumnya disebabkan oleh tingginya hidung pesawat. Pada tanggal 1 Desember 2015, hampir setahun persis tragedi QZ8501, Komite Nasional Keselamatan Transportasi akhirnya mengumumkan hasil akhir investigasi, yang menyatakan bahwa bagian rudder-travel-limiter pada bagian ekor pesawat mengalami kerusakan, dan kemudian ditanggapi oleh pilot dengan kesalahan yang fatal. Miskomunikasi antar pilot dan kopilot yang berlanjut akhirnya menyebabkan pesawat terjatuh.

Tragedi QZ8501 merupakan tragedi penerbangan terburuk kedua dalam sejarah Indonesia, setelah Garuda Indonesia Penerbangan 152, kecelakaan Garuda di Medan pada tahun 1997 yang menewaskan 234 orang. Tragedi QZ8501 juga merupakan kecelakaan pesawat terburuk ketiga di dunia pada tahun 2014, setelah Malaysia Airlines Penerbangan 17 dan Malaysia Airlines Penerbangan 370. Ini merupakan kecelakaan terburuk kedua yang menggunakan Airbus A320, setelah TAM Linhas AĆ©reas Penerbangan 3054 dan kecelakaan ketiga terburuk dalam keluarga A320, di bawah TAM 3054 dan Kogalymavia Penerbangan 9268.

Poskan Komentar:

Baca Juga: