Rabu, 03 September 2014

Terpisah 25 Tahun, Pria ini Temukan Rumahnya Berkat Google Earth

Rabu, 03 September 201419.50.00
pria india
Saroo Brierly berpose dengan ibunya I foto: dailymail

Kisah ini sedih, bukanlah sebuah film drama atau sinetron tapi memang nyata terjadi yang dialami oleh seorang pria India yang terpisah selama 25 tahun dengan keluarganya, tapi ia dibesarkan di negara Australia di wilayah Tasmania dan kembali ke India setelah 25 tahun berkat bantuan Google Earth.

Brierly bepergian bersama kakaknya menggunakan sebuah kereta api 

Kisah ini berawal Brierly bepergian bersama kakaknya menggunakan sebuah kereta api pada tahun 1986. Ia tertidur selama 14 jam, Brierly baru menyadari bahwa ia terpisah dengan kakaknya itu. Ia terluntah-luntah di daerah kumuh di sekitar Calcutta, India. 

Kala itu, Brierly masih berusia lima tahun. Dia berusaha mencari kembali tempat tinggalnya sekian lama, namun setiap usahanya menjadi sia-sia. Di tempat asing itu, Brierly sempat mengalami berbagai kejadian berbahaya, seperti hampir tenggelam di sungai atau hampir diculik. 

Brierly tak tahu jalan pulang, sehingga ia memutuskan bertahan hidup di tempat itu dan mengemis.

Brierly kemudian ditampung oleh sebuah LSM. Kemudian, dia diadopsi oleh pasangan asal Australia yang membawanya ke wilayah Tasmania.

Brierly selama di Tasmania menjadi pengusaha yang cukup sukses di Australia. Namun, ia tentu saja tidak melupakan asal-usulnya. Ia tetap ingin kembali menemukan rumah dan keluarganya.

Mencari kota kelahiran dengan Google Earth

Brierly kemudian mencari lokasi tempatnya pertama kali terdampar, dengan menggunakan layanan Google Earth. Dari situ ia mengkalkulasi 14 jam perjalanan kereta api dengan kecepatan rata-rata kereta api di India, untuk menentukan seberapa jauh ia melakukan perjalanan malam itu.

Setelah itu, Brierly melakukan navigasi ke berbagai arah untuk menemukan tempat asal dia melakukan perjalanan kereta api. Akhirnya ia menetapkan bahwa Khandawa adalah kota yang ia cari, di sanalah ia dilahirkan.

Brierly kemudian terbang ke India untuk mengunjungi tanah kelahirannya di Khandawa. Meski tak ingat betul nama tempat tinggalnya, Brierly berusaha bertanya kepada setiap warga sekitar bermodalkan nama orang tuanya.
"Aku tetap mengingat kota di mana aku tumbuh, jalanan di mana aku keluyuran dan wajah keluargaku, aku menyimpan kenangan-kenangan itu," kata Brierly Saroo dilaporkan oleh DailyMail.
Ia juga menemukan air terjun yang sering dikunjunginya saat masih kecil. Hal inilah yang meyakinkannya bahwa kota tersebut merupakan kota asalnya.

Brierly kemudian mengunjungi wilayah tersebut dan bertanya kepada warga sekitar tentang orang tuanya. 

Warga yang mengenal dan akrab dengan orang tua Brierly akhirnya mengantarkan Brierly ke alamat rumah baru orang tuanya.

Bertemu, Anak dan Ibu tidak saling mengenal

Pada awal bertemu, Brierly tidak begitu mengenali ibunya. Ibunya pun tertegun dan terdiam dengan kemunculannya kembali. 
"Orang tua saya seperti melihat hantu karena anaknya yang sudah menghilang 25 tahun, muncul kembali," kata Brierly. 
Berdasarkan cerita ibunya, kakak Brierly ternyata meninggal dan tubuhnya ditemukan di rel kereta api, beberapa bulan setelah Brierly menghilang. Brierly tidak menceritakan penyebab kematian kakaknya tersebut kepada media.  

Brierly pun bertemu kembali dengan ibunya, Kamla dan saudaranya, Kallu. Keluarganya mengaku berusaha mencari dia, namun tidak juga berhasil. Berkat Google Earth, mereka dapat bertemu kembali. Dengan kesuksesannya, Brierly pun dapat membantu keluarganya itu yang masih hidup miskin.

Poskan Komentar: