Kamis, 24 Juli 2014

Untuk Pertama Kalinya, Para Ilmuwan Telah Menghapus HIV dari DNA manusia

Kamis, 24 Juli 201411.30.00

DNA HIV

Ini kabar bagus, konon penyakit HIV berasal dari Afrika, dan telah merenggut jutaan jiwa, dan hingga sekarang penyakit ini belum memiliki obat yang mujarab.

Virus ini termasuk kuman paling kurang ajar sedunia, bagaimana tidak ia kebal dari semua obat dan melindungi dirinya didalam DNA manusia dengan perisai yang tak bisa ditembus secara perlahan menjadi virus Aids, dan selanjutnya membunuh korban.

Setelah ia hidup di dalam sel, HIV tetap ada untuk selamanya. Virus menyuntikkan DNA-nya ke dalam DNA manusia atau anti body, memaksa korban untuk mengambil obat selama sisa hidup.  Namun, kini para ilmuwan telah menemukan cara untuk menghapus infeksi virus kurang ajar ini dari tubuh manusia. 

Sebuah tim peneliti dari Sekolah Kedokteran di Temple University di Philadelphia (Pennsylvania, USA) menyatakan bahwa mereka telah menerapkan upaya pertama yang berhasil untuk membersihkan sel-sel virus HIV-1 dari tubuh korban. Para ilmuwan berharap dengan cara yang sama untuk mengobati infeksi lainnya. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences, memberikan penjelasan rinci tentang pengembangan dan pengoperasian alat molekuler untuk menghapus materi genetik dari HIV-1.

"Ini merupakan langkah penting menuju terciptanya alat untuk menyembuhkan korban dari infeksi HIV. Meskipun obat itu sendiri belum siap, penemuan kami adalah bukti bahwa kita bergerak ke arah yang benar" - kata pemimpin studi Profesor Kamel Khalili, Kepala Departemen Neurologi di Temple University.

"Karena sistem kekebalan tubuh tidak mampu untuk membersihkan tubuh dari HIV-1, penyakit ini bisa disembuhkan hanya dengan menghapus virus - peneliti menjelaskan, menambahkan bahwa alat molekul yang sama dapat digunakan sebagai vaksin terapeutik - HIV tidak dapat menembus sel-sel yang dilindungi."

Diseluruh dunia sekitar 33 juta orang hidup dengan infeksi HIV. Sub-Sahara Afrika tetap merupakan daerah yang paling parah terkena HIV di antara kaum perempuan hamil pada usia 15-24 tahun di sejumlah negara di sana. Ini diduga disebabkan oleh banyaknya penyakit kelamin, praktik menoreh tubuh, transfusi darah, dan buruknya tingkat kesehatan dan gizi di sana.


Poskan Komentar: