Jumat, 23 Mei 2014

Di Masa Depan Kita Akan Makan Daging Tabung Buatan

Jumat, 23 Mei 201412.36.00
daging
Di masa depan Anda  akan disuguhkan daging tabung I hi-news.ru
Di masa masa depan kita tak perlu lagi sembelih sapi, kambing atau ayam untuk konsumsi dagingnya, sebab di masa depan daging hewan akan tumbuh sendiri didalam tabung bukan lagi di badan hewan. Dengan mengkonsumsi daging tabung secara tak sengaja Anda telah menyelamatkan lingkungan dan hewan dari kepunahan.

Kemajuan ilmiah telah memungkinkan untuk bermimpi tentang masa depan di mana daging dapat tumbuh dari sel batang, organ baru, dan untuk menghasilkan daging segar untuk konsumsi manusia. 

Dilansir dari hi-news.ru, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Biotechnology, mengatakan bahwa "setelah masing-masing kota akan memiliki pabrik kecil sendiri untuk produksi daging buatan. Kami percaya bahwa masa depan daging berbudaya. Di masa depan, daging hewan dan menggantikan sebagian makanan vegetarian dan serangga" - kata Cor van der Veele dari Wageningen University di Belanda. 

Para peneliti mencatat bahwa peningkatan permintaan daging di seluruh dunia tidak stabil dalam hal pencemaran lingkungan dan konsumsi energi, belum lagi pembunuhan massal hewan. Cor van der dan rekannya Veele Johannes Trumper, telah mempelajari budidaya sel-sel hewan, pada serangga tertentu didalam laboratorium selama hampir 30 tahun. 

Pada tahun 2007 ia menerbitkan sebuah makalah di mana ia berbicara tentang penggunaan sel-sel serangga dalam makanan. Manufaktur teknologi daging dari sel induk sudah ada. Tahun lalu, Mark Post, profesor teknik jaringan dari University of Maastricht (Belanda) mensajikan hamburger pertama di dunia yang tumbuh in vitro. 

Produksi daging buatan lebih murah daripada produksinya dengan cara yang tradisional. Kemungkinan besar, permintaan untuk pengisian daging tabung terjadi ketika harga naik untuk daging konvensional.

Kehadiran daging tabung setidaknya dapat mempertimbangkan aspek moral, yakni tidak perlu lagi untuk membunuh hewan. Kata peneliti.

Poskan Komentar: