Friday, April 4, 2014

Narayanan Krishnan, Heronya Kaum Terbuang Di India

Friday, April 4, 201412:03:00 AM
akshaya home
Rumah Atau Yayasan Akshaya untuk kaum terbuang pembangunan tahap satu telah selesai tetapi pihak Akshaya masih perlu lebih banyak ruang untuk mengurus ribuan warga tak berdaya. Narayanan Krishnan diakui atau dinobatkan sebagai salah satu World Top Ten Heroes 2010 oleh CNN. I foto akshayatrust.org



Narayanan Krishnan, 43 tahun adalah orang yang sangat rendah hati, mencoba untuk membawa sedikit kenyamanan kepada orang-orang yang hanya berjuang untuk bertahan hidup. Dia adalah inspirasi bagi banyak orang, dan akan terus membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik melalui perjuangan dan keinginan-nya untuk mengubah dunia. satu langkah pada satu waktu.

Narayanan Krishnan adalah seorang mantan koki handal disalah satu hotel bintang 5 di Bangalore dan bahkan sempat mendapat tawaran bekerja di hotel berbintang lima berlokasi di Swiss. Bekerja di hotel berbintang lima tentunya digaji puluhan juta. Namun Krishnan memilih berhenti menjadi koki dan kembali ke kota kelahirannya menghabiskan uang tabungan dan tenaga-nya demi untuk membantu orang-orang terbuang untuk diberi gizi fisik dan rohani.

Narayanan Krishnan
Krishnan menyuapkan makanan kepada seorang tunawisama tak berdaya dijalanan penuh kasih sayang dan bahkan memeluk mereka
Di tahun 2002, di usianya yang baru 21 tahun, ia menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman. Namun dalam perjalanan ia menyaksikan pemandangan yang mengiris hatinya, di kota kelahirannya, ketika dalam perjalanannya berziarah ke kuil, Krishnan tertegun menyaksikan sesosok gelandangan tua di bawah sebuah jembatan lemah tak berdaya. Geladangan itu memakan (maaf) kotorannya sendiri karena kelaparan. 

Pemandangan itu menusuk batin, menggerakkan kakinya, ia pun membeli makanan, kemudian menyuapkan makanan kepada gelandangan tua itu.

Semenjak peristiwa itu, Narayanan Krishnan, selama 12 tahun terakhir ini, melayani dan memberi makan kepada tunawisma yang ada di India. Ia telah melayani lebih dari 1.5 juta orang yang bernasib kurang baik. Sebagian besar orang yang dibantu Narayanan Krishnan adalah orang yang ditinggalkan oleh keluarga mereka, orang yang kondisi mental terganggu dan orang sangat tua yang tak mampu mengurus diri mereka sendiri.

“Apa tujuan hidupku? Di hotel berbintang aku memberi makan semua tamu-tamuku, namun di kampung halamanku begitu banyak orang-orang yang tak punya untuk apa-apa untuk dimakan. 

“Sepiring nasi goreng di hotel dijual dengan harga 10 dolar. Orang datang dan memiliki makanan untuk fantasi, kesenangan dan kreasi. Bukan untuk kelaparan. Mereka pun makan hanya setengah porsi, dan setengah porsi lagi mereka tinggalkan di piring. Hal inilah yang membuat saya mengambil keputusan untuk membantu orang-orang yang tidak mampu,” ujar Narayanan Krishnan yakin.

Tahukah Anda: Kepasar, memasak dan memberi makan kaum tak mampu ia lakukan seorang diri. Namun kadang dibantu sang ibu-nya dan relawan.

Narayanan Krishnan pada tahun 2003 mendirikan yayasan ‘Akshaya’ berarti tak dapat dihancurkan (imperishable) di yayasan itu ia memasak, memandikan, menggunting rambut, menyuapkan makanan ke beberapa klien-nya.

Poskan Komentar: