Selasa, 01 April 2014

Ilmuwan Yakin Bisa Temukan Mahluk Hidup Di Alam Semesta Abad Ini

Selasa, 01 April 201417.39.00
alien
Ilustrasi makhluk aneh di planet lain, dari dulu hingga sekarang ilmuwan penasaran dan berusaha untuk menemukan mahluk hidup selain manusia yang menghuni planet lainnya I foto hi-news.ru

Apakah ada kehidupan di tempat lain di alam semesta? Pertanyaan ini telah meracuni manusia sejak dahulu kala. Filsuf awal percaya bumi adalah pusat alam semesta. Galileo sendiri telah menegaskan bahwa kita (manusia) adalah bagian terkecil dan tidak signifikan di alam semesta, dan yakin ada kehidupan di Mars.

Sampai saat ini banyak ilmuwan masih percaya bahwa penemuan kehidupan di luar bumi di alam semesta adalah hanya masalah waktu. Tapi persis bagaimana kita akan menemukan tetangga antar-galaksi kita, ilmuwan kurang yakin. 

Melansir dari "scitechdaily.com, Kita akan menemukan kehidupan di luar angkasa pada abad ini," kata Dr Seth Shostak, adalah seorang astronom senior di Search for Extra-Terrestrial Intelligence Institute (SETI).

Ia menambahkan bahwa 'Ada 150 miliar galaksi lain selain kita sendiri, masing-masing dengan beberapa puluhan miliar planet seperti bumi. Jika bumi adalah satu-satunya tempat di alam semesta di mana sesuatu yang menarik terjadi maka ini adalah sebuah keajaiban. Dan sejak 500 tahun lalu astronomi telah mengajarkan kita bahwa untuk percaya pada keajaiban, Kemungkinan Anda salah.' 

Ilmuwan juga berusaha mencari bukti adanya kehidupan di alam semesta dengan mengamati tanda-tanda teknologi mereka. Jika timnya bisa mendeteksi sinyal radio dari ruang angkasa, maka, menurut ilmuwan sinyal ini akan jauh lebih maju dari segi peradaban teknis daripada kita. 

Dr Suzanne Aigrain, Dosen Astrofisika di Universitas Oxford, yang mempelajari planet ekstrasurya atau exoplanet (planet di sekitar bintang lain selain matahari). Berbicara pada Konvensi, mengatakan bahwa berdasarkan studi, dia juga akan bertaruh bahwa kita tidak sendirian di alam semesta. 

Dr Shostak dan SETI, sementara itu, mencari bukti kehidupan di alam semesta dengan mencari beberapa tanda tangan teknologi. Jika timnya tidak menemukan transmisi radio dari luar angkasa, Dr Shostak cukup yakin bahwa mereka akan datang dari peradaban yang lebih maju daripada kita sendiri. 

Ilmuwan juga menduga hingga saat ini keberadaan Alien belum terdeteksi disebabkan bahwa mereka tidak membangun pemancar radio yang akan memungkinkan Anda untuk berhubungan dengan mereka (alien).

Bagaimana kehidupan muncul di alam semesta?

Ilmuwan zaman dulu tidak mengesampingkan bahwa manusia terbuat dari tanah dan kompenen pendukung lainnya yang ada dibumi. Tapi bagaimanapun juga hingga sekarang para ilmuwan modern belum yakin dengan asal usul kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

Berbagai ide-ide yang tidak memuaskan telah diusulkan. Klaim paling umum menyatakan bahwa kehidupan muncul secara kebetulan. Tapi kemungkinan bahwa kehidupan semua molekul muncul tiba-tiba sangat kecil. Tampaknya lebih mungkin bahwa ada perkembangan molekul tertentu yang semakin kompleks dari semua jenis dari mana molekul yang mendukung kehidupan mereplikasi diri sendiri lebih efisien dibandingkan dengan molekul acak.

Dua ilmuwan, Stanley Miller dan Harold Urey di Universitas Chicago, melakukan percobaan terkenal pada tahun 1953, di mana mereka menempatkan tanah, air dan bahan-bahan lain yang harus ada dalam lingkungan awal bumi ke dalam alat ciptaan mereka, Miller memasukkan gas hidrogen, metan, amonia, dan uap air dari air yang dipanaskan. Alat itu dipanaskan selama seminggu sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur di dalamnya. Sebagai pengganti energi listrik dari halilintar, pada alat tersebut dialirka listrik 75.000 volt. 

Setelah seminggu mereka menemukan bahwa proses tersebut secara spontan menciptakan banyak molekul organik, banyak asam amino berguna yang membantu kehidupan. Jadi, sangat mungkin bahwa melalui efek kumulatif dari beberapa juta percobaan oleh 'Miller-Urey', Bumi merupakan akumulasi molekul pendukung kehidupan.

Poskan Komentar: