Friday, March 28, 2014

Pria Jepang Dibebaskan Setelah 48 tahun Di Penjara

Friday, March 28, 201412:10:00 PM
Iwao Hakamada
Iwao Hakamada di masa muda dan tua. Sistem peradilan Jepang lebih mengandalkan pengakuan dari tersangka dan kurangnya akses ke pengacara, dan penganiayaan fisik sebagai alasan mengapa tersangka akhirnya mengakui kejahatan yang sejatinya tak ia lakukan. I foto reuters dan AFP.

Pria jepang diyakini sebagai terpidana mati terlama di dunia masuk Guinness Book of World Records pada Maret 2011 dan telah diberikan pengadilan ulang. Ia dituduh telah melakukan tragedi pembunuhan pada tahun 1966. 

Iwao Hakamada, 78 tahun, di masa mudanya adalah seorang petinju yang dipaksa mengaku atas tragedi pembunuhan yang bukan ia lakukan pada tahun 1966. Ia kini telah memenangkan pengadilan ulang dan dibebaskan karena bukti DNA dari noda darah yang ditemukan pada pakaian.

Hasil tes DNA menunjukkan bahwa darah yang ditemukan pada lima item pakaian, diyakini adalah milik pembunuh, bukan mantan petinju itu.

Akhirnya Pengadilan Distrik Shizuoka memutuskan untuk "memulai pengadilan ulang atas kasus ini" dari Iwao Hakamada, 78 tahun, yang didakwa atas pembunuhan mengerikan terhadap bosnya dan sekeluarga bos itu, kata seorang pejabat pengadilan. 

Dia adalah orang keenam sejak akhir Perang Dunia II untuk menerima pengadilan ulang setelah hukuman mati dikonfirmasi, dan kasusnya mencuat setelah adanya penentang hukuman mati. 

Kembali pada tahun 1966, Iwao Hakamada awalnya membantah tuduhan bahwa ia merampok dan membunuh bos, istri dan dua anak bosnya. 

Dituduh membunuh bos dan sekeluarga sang bos, mantan petinju ditangkap pada tahun 1966 dan dijatuhi hukuman mati dua tahun kemudian (dikonfirmasi pada tahun 1980 oleh Mahkamah Agung).

Interogasi brutal yang dilakukan polisi lebih seperti penyiksaan termasuk pemukulan pada tahun 1966. Dan dalam persidangan ulang ia kemudian menarik kembali pernyataannya sebagai seorang pembunuh, dan mengatakan bahwa ia dipaksa mengaku bersalah oleh polisi.

Adik perempuan Hakamada, Hideko, 81 tahun, yang penuh semangat berkampanye untuk pengadilan ulang selama beberapa dekade, mengucapkan terima kasih kepada puluhan pendukungnya yang berkumpul di depan gedung pengadilan. 

"Semua orang, terima kasih," katanya melalui pengeras suara di depan gerombolan wartawan dan pendukung. 

"Hal ini terjadi berkat kalian semua yang telah membantu kami. Saya hanya sangat senang."

Poskan Komentar: