Jumat, 07 Maret 2014

Pemanasan Global Picu Penyebaran Malaria

Jumat, 07 Maret 201420.57.00
nyamuk nakal
Nyamuk pengisap darah, pemanasan global penyebab penyebaran malaria bahkan di daerah pegunungan I foto id.wikipedia.org
Nyamuk adalah serangga tergolong dalam order Diptera; genera termasuk Anopheles, Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia, Culiseta, dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang merangkum 2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki panjang; antarspesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm. (id.wikipedia.org)

Selama dua dekade, para ilmuwan telah memperdebatkan kemungkinan konsekuensi dari pemanasan global dalam kaitannya dengan penyebaran malaria, yaitu penyakit yang setiap tahunnya menginfeksi lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia. Ilmuwan Amerika mampu membuktikan bahwa perubahan iklim memiliki pengaruh yang kuat pada penyebaran penyakit. 

Ilmuwan ekologi dari University of Michigan mampu membuktikan bahwa peningkatan suhu mempengaruhi kejadian malaria di daerah dataran tinggi. 

Penelitian, berdasarkan analisis data dari daerah pegunungan Ethiopia dan Kolombia menunjukkan bahwa pemanasan global di masa depan akan menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kasus malaria di daerah padat penduduk Afrika dan Amerika Selatan, jika upaya untuk memantau dan mengendalikan penyakit ini tidak akan mampu mengubah situasi. 

Para ilmuwan melihat bukti yang meyakinkan bahwa jumlah kasus malaria meningkat di musim hangat di dataran tinggi, yang merupakan sinyal jelas bahwa perubahan iklim akan menyebabkan penyebaran malaria di dataran tinggi. 

Lebih dari 20 tahun yang lalu, malaria diidentifikasi sebagai penyakit, sangat sensitif terhadap perubahan iklim. Fakta bahwa kenaikan suhu mempromosikan pertumbuhan parasit Plasmodium, yang menyebabkan penyakit.

Poskan Komentar: