Senin, 24 Maret 2014

Ilmuwan Sanggup Buat Jantung Berdetak Selamanya

Senin, 24 Maret 201411.12.00
jantung berdenyut
Prototipe alat pacu jantung hasil kreasi ilmuwan yang di uji cobakan di dalam jantung kelinci I foto hi-news.ru
Sejak kelahiran manusia jantung berdetak selama bertahun-tahun tanpa berhenti untuk beristirahat. Detak jantung hanya berhenti ketika tiba-tiba terjadi masalah serangan jantung. Pengobatan modern telah mencoba segala macam cara untuk memperlambat penuaan dan memelihara operasi jantung. 

Kini ilmuwan telah menemukan cara untuk menjaga jantung berdenyut tanpa batas atau berdenyut untuk selamanya. Ilmuwan dari University of Washington dan Illinois, menggunakan metode pembentukan grafis berkualitas tinggi dan Printer 3D, menciptakan prototipe membran luar tipis yang menyelubungi jantung. 

Membran buatan dengan elektroda tertanam mensimulasikan membran luar alami jantung, yang dikenal sebagai perikardium. Perangkat ini idealnya meliputi jantung, menjaga keluar dari tubuh bekerja. 

Percobaan telah dibuktikan dalam jantung kelinci, ditempatkan dalam larutan nutrisi yang kaya. Perangkat ini mampu mengendalikan hati, untuk mendeteksi tanda-tanda gagal jantung dan aritmia, dan jika perlu, memberikan impuls listrik ke otot jantung, seperti halnya alat pacu jantung tradisional.

Dengan menggunakan sejumlah elektroda kontak dengan tubuh, efek maksimal dapat dicapai. Dengan perangkat baru ini ilmuwan berharap jangan dibandingkan dengan alat pacu jantung konvensional.

Elektroda membran buatan dapat mendeteksi masalah dan membutuhkan lebih sedikit energi untuk menjaga jantung dalam rangka tetap bekerja. Elektroda terbuat dari bahan konvensional, dan struktur membran mereka memungkinkan peregangan untuk menutupi jantung. Tapi kita tidak boleh berharap bahwa memperpanjang umur jantung dapat terjadi hari ini. 

Teknologi telah terbukti hanya bermanfaat di laboratorium, sejauh ini hanya pada jantung hewan. Tapi ini memberi kita banyak keyakinan dalam beberapa tahun atas penemuan ini akan membawa manfaat besar bagi manusia.

Sumber: hi-news.ru

Poskan Komentar: