Jumat, 28 Februari 2014

Penemuan Tanpa Sengaja, Cuka Membunuh Bakteri TB

Jumat, 28 Februari 201420.33.00
cuka beku I foto wikipedia.org
Cuka bisa menjadi disinfektan murah yang sangat baik dan tidak beracun terhadap bakteri yang menyebabkan tuberkulosis. Ternyata pada kenyataannya bahan aktif dari bumbu kuno ini yang mengandung asam asetat dapat membunuh beberapa mycobacteria, termasuk yang sangat resistan terhadap obat TB (Mycobacterium tuberculosis), bahkan pada konsentrasi yang sedikit lebih tinggi daripada cuka bumbu memasak.

Penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal mbio.asm.org dari American Society for Microbiology, adalah hasil penemuan tanpa disengaja, ilmuwan menggunakan cuka untuk membunuh organisme tuberkulosis dengan mengetesnya pada obat yang perlu dilarutkan dulu dengan asam asesat. Hasilnya, mereka pun menyadari bahwa tanpa obat pun asam asetat sudah dapat membunuh bakteri.

Selain itu ilmuwan menemukan bahwa didalam cuka tidak adanya zat lain, tapi mampu membunuh mikobakteri. Oleh karena itu, solusi asam asetat dapat digunakan sebagai desinfektan murah dan tidak beracun dalam kebersihan klinis, untuk membersihkan permukaan tempat di mana kuman sering mengintai.

Biasanya untuk melawan bakteri di laboratorium menggunakan pemutih, tetapi beracun dan korosif. Ada juga disinfektan yang efektif lainnya, tetapi terlalu mahal, terutama untuk negara-negara berkembang, di mana antara lain mengambil sebagian besar kasus TB. 

"Mycobacteria penyebab tuberkulosis dan kusta, tetapi ada juga jenis lain, yang umum di lingkungan, bahkan dalam air keran, tahan terhadap desinfektan dan dapat menyebabkan infeksi serius yang memerlukan beberapa bulan pengobatan dan dapat meninggalkan deformasi bekas luka," kata Howard Takiff, kepala Laboratorium Genetika Molekuler di Venezuela Institute of Scientific Investigation of Caracas. 

Ilmuwan juga mengatakan bahwa "banyak prosedur kosmetik yang dilakukan di luar rumah sakit di negara-negara berkembang, di mana tidak ada disinfektan yang efektif."

Sang penemu Claudia Courtesy, secara kebetulan menemukan kemampuan cuka untuk membunuh mikroorganisme tanpa disengaja, ketika menyelidiki kemampuan mikobakteri "non-TB" yang kebal dengan desinfektan dan antibiotik yang mana ia sedang mempelajari obat yang seharusnya dilarutkan dalam asam asetat dan diverifikasi dengan membandingkan dengan sampel kontrol, ternyata zat yang dimiliki cuka telah membunuh mikobakteri tersebut. 

"Setelah pengamatan pertama Claudia - kata Takiff, ilmuwan melakukan pengujian melalui konsentrasi dan waktu paparan yang diperlukan untuk menghancurkan beberapa mycobacteria." 

Studi ini telah berkolaborasi dengan Albert Einstein College of Medicine di New York, yang telah menguji strain TB dan menemukan bahwa paparan larutan 6% asam asetat efektif membunuh tuberkulosis dalam 30 menit, bahkan dalam kasus strain resisten terhadap hampir semua antibiotik. 

Poskan Komentar:

Baca Juga: