Monday, February 24, 2014

Penemu Mikroba Google Kecewa Dengan Pemerintah Indonesia

Monday, February 24, 201411:39:00 PM
Prof. Ali Zum Mashar
Ilmuwan biologi Indonesia, Prof. Ali Zum Mashar I foto gerakpemuda.wordpress.com
Ada begitu banyak ilmuwan Indonesia yang memiliki pengaruh besar diberbagi bidang belakangan keahlian mereka sangat dibutuhkan di Indonesia, tapi apa boleh buat sebagian dari mereka saat ini sedang berkarya di luar negeri. Alasan utama ilmuwan Indonesia berkarya di luar negeri karena pertimbangan karier yang lebih bagus dan lebih dihargai dan secara finansial hidup mereka lebih terjamin.

Ali Zum Mashar adalah salah satu ilmuwan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), ilmuwan biologi ini keberadaannya sedang diratapi oleh menteri BMUN Dahlan Iskan melalui tulisannya yang disebarkan di media online dengan topik : Wallahu A'lam untuk Dua Tokoh Mikroba.

Sekilas tentang Ali Zum Mashar, sebelumnya tahun 2009 adalah mahasiswa S3 program studi Ekonomi Sumber Daya Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB), berhasil menemukan mikroba yang dapat mengembalikan kondisi kesuburan tubuh. Berkat kejeniusannya, ia meraih penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009.

Dengan adanya abu gunung berapi yang menimbun di lahan pertanian baik di Sinabung maupun di sekitar Gunung Kelud. Sudah dipastikan petani tidak dapat bertani untuk saat ini. 

Melansir dari tulisan menteri BUMN Dahlan Iskan : Wallahu A'lam untuk Dua Tokoh Mikroba, yang diberitakan beberapa media online mengatakan bahwa Abu itu memang bisa menjadi sumber kesuburan, tapi bukan sekarang. Beberapa waktu lagi. Padahal, petani harus segera bercocok tanam. “Tanah itu akan langsung bisa ditanami kalau diberi mikroba temuan Prof Zum,”tulis seorang petani dalam SMS-nya kepada saya.

Saya pun segera melacak keberadaan ahli kita itu. Saya gagal. Saya hanya berhasil memperoleh info yang membuat saya sedih.

Pertama, beliau akan tinggal lama di Dubai. Prof Zum, kata seorang stafnya, lagi dipercaya oleh pemerintah Dubai untuk menerapkan penemuan itu di sana. Intinya, Prof Zum dipercaya untuk mengubah tanah Timur Tengah itu agar menjadi tanah yang bisa ditanami.

Informasi kedua lebih menyedihkan lagi: beliau mengatakan kepada stafnya untuk tidak mau saya temui.

Penyebabnya sederhana. Beliau merasa kecewa yang amat panjang. Kecewa pada keadaan. Temuannya tidak mendapat kepercayaan yang memadai di dalam negeri. Sejak dari pemerintahan Pak Harto sampai ke pemerintahan-pemerintahan berikutnya. Sampai sekarang.

Tentu saya akan tetap berusaha untuk bisa bertemu Prof Zum. Saya akan minta maaf kepada beliau. Kok telat mengenal beliau. Juga akan minta agar beliau bersedia berdiskusi dengan tim BUMN. Tokoh seperti beliau tidak boleh lebih dapat penghargaan di luar negeri daripada di negeri sendiri.

Tentu saya akan tetap berusaha untuk bisa bertemu Prof Zum. Saya akan minta maaf kepada beliau. Kok telat mengenal beliau. Juga akan minta agar beliau bersedia berdiskusi dengan tim BUMN. Tokoh seperti beliau tidak boleh lebih dapat penghargaan di luar negeri daripada di negeri sendiri.

Prof Zum, 45, punya sejarah penelitian yang panjang. Beliaulah yang ditugasi menemukan jalan ini: bagaimana agar tanah gambut yang mahaluas di Kalimantan bisa ditanami padi. Waktu itu Presiden Soeharto mempunyai program membuka sawah baru seluas satu juta hektare di Kalteng. Lahan itu berupa tanah gambut yang keasamannya sangat tinggi.

Prof Zum yang lulus dari Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, memperdalam ilmunya di IPB sampai memperoleh gelar doktor. Kini beliau memiliki produk P2000Z. Pupuk yang ditemukan pada 2000 itu diberi huruf Z di belakangnya sebagai pertanda itu ciptaan Prof Zum.

Mengapa konsumen menyebut P2000Z itu sebagai mikroba Google? Konon itu karena mikroba ini bisa mencari sendiri sasaran mana bagian tanah yang bisa disuburkan. Wallahu a'lam.

Poskan Komentar: