Selasa, 18 Februari 2014

Bocah Suriah 4 Tahun Ditemukan Sendirian Di Padang Pasir

Selasa, 18 Februari 201422.42.00
marwan bocah suriah sendirian di padang pasir
Marwan terlihat membawa perlengkapannya tak jauh dari rombongan pengungsi suriah ketika ditemukan pekerja kemanusiaan PBB I foto english.sina.com
Seorang bocah 4 tahun sebagai pengungsi Suriah ditemukan sendirian di tengah padang pasir telah bertemu kembali dengan keluarganya di seberang perbatasan di Yordania, kata seorang pejabat PBB, Minggu.

Bocah bernama Marwan (4 tahun), rupanya telah terpisah dari ibunya ketika ia ditemukan oleh para pekerja kemanusiaan PBB untuk Pengungsi. Menurut kelompok ini, bocah laki-laki itu membawa kantong plastik kecil.

Andrew Harper, perwakilan UNHCR untuk Yordania, mentweeted foto dari penemuan yang tidak biasa.

"Marwan aman bersatu kembali dengan ibunya segera setelah dibawa melintasi perbatasan #Jordan," kicau Harper.

Anak itu adalah salah satu dari lebih dari satu juta pengungsi anak-anak yang melarikan diri Suriah sejak konflik mulai tiga tahun. Secara keseluruhan, lebih dari dua juta orang telah melarikan diri dari negara yang dilanda perang, banyak mengungsi ke Jordan.

Harper bukan kali pertama mengabadikan momen penemuan anak-anak pengungsi Suriah yang tepisah dari keluarganya. Ia telah melakukannya beberapa kali.

Ia juga sempat memajang foto-foto Malala Yousafzai, aktivis pendidikan muda yang ditembak Taliban pada tahun 2012-- yang telah berada di kamp pengungsi Yordania untuk bertemu dengan pengungsi dan membantu mereka menyeberangi perbatasan.

Sebelumnya Senin, Menteri Luar Negeri John Kerry mengecam rezim Presiden Suriah Bashar Assad untuk mengulur-ulur pembicaraan damai dan memperburuk perang sipil.

"Rezim stonewalled," kata Kerry selama kunjungan di Jakarta. "Mereka tidak melakukan apa pun kecuali terus menjatuhkan bom barel pada orang-orang mereka sendiri dan terus menghancurkan negara mereka sendiri. Dan saya menyesal untuk mengatakan mereka melakukannya dengan peningkatan dukungan dari Iran, dari Hizbullah dan dari Rusia.

"Rusia harus menjadi bagian dari solusi," Kerry pun melanjutkan dengan harapan bahwa Rusia seharusnya lebih banyak memberikan kontribusi bantuan bukan senjata yang memungkinkan Assad untuk menciptakan masalah lebih besar.

Sumber: englihs.sina.com

Poskan Komentar:

Baca Juga: