Sabtu, 15 Februari 2014

Bocah 12 Tahun Desain Printer Braille Inovatif Murah Dari Lego

Sabtu, 15 Februari 201420.07.00
shubham Banerjee
Shubham Banerjee (12 tahun) dengan ciptaannya printer braille dari Lego.I foto facebook.com/BraigoPrinter
Badan kesehatan dunia WHO merillis data bahwa setidaknya ada 40-45 juta penderita kebutaan (cacat netra)/gangguan penglihatan. Pertahunnya tak kurang dari 7 juta orang mengalami kebutaan atau permenitnya terdapat satu penduduk bumi menjadi buta dan perorang mengalami kebutaan perduabelas menit dan ironisnya, lagi-lagi wilayah dan negara miskinlah yang kebanyakan penduduknya mengalami kebutaan dan gangguan penglihatan, yaitu sekitar 90%. (data tahun 2010 oleh WHO dikutip kemsos.go.id).

Menurut laporan WHO, diperkirakan ada 285 juta orang tunanetra di seluruh dunia dan dari 90% hidup di negara-negara berkembang. (data tahun 2013, who.int). 

Pada saat ini biaya printer Braille lebih dari $ 2000 (Rp.23 juta) untuk versi dasar, sehingga untuk jutaan orang di seluruh dunia memiliki akses terbatas. Tapi kini di masa depan semua orang tua dan lembaga tunanetra dapat membeli printer braille murah karya seorang bocah berusia 12 tahun. 

Shubham Banerjee (12 tahun) berhasil mendesain printer braille murah demi menekan harga perangkat ini yang umumnya dijual cukup mahal hingga Rp23 jutaan di pasar. 

Penemuan Banerjee, dijuluki "Braigo" (Brail dan Lego) yang telah menarik perhatian jutaan orang di seluruh dunia, dan telah diakui oleh beberapa organisasi baik domestik maupun internasional. Pihak The LEGO Corporation sendiri telah memuji Banerjee untuk Braigo buatannya melalui akun Twitter mereka, dan Banerjee juga menerima Penghargaan Pengakuan dari Majelis Negara California. Dilaporkan americanbazaaronline.com.

Untuk membangun printer braille, Shubham memanfaatkan Lego Mindstrom EV3 yang dijual seharga Rp4,1 jutaan dan beberapa piranti lain. 

Kemudian, ia menggunakan pola printer yang sudah ada untuk kemudian dikombinasikan dan disesuaikan dengan software dan hardware. Karyanya ini diberi nama Braigo v1.0 yang merupakan gabungan dari Brail dan Lego. Dilaporkan oleh okezone.com

Proyek ini menggunakan kit Lego Mindstorms EV3 biaya $ 349 dan beberapa add-ons dari Home-depot biaya $ 5 untuk membuktikan bahwa layak untuk membuat printer Braille untuk tujuan pendidikan dan sekolah yang jauh lebih murah. 

Proyek ini menggunakan model acuan dasar yang dikenal sebagai Banner Print3r dan didesain ulang dengan software yang sama sekali baru untuk mencetak huruf A-Z. Proyek ini disebut sebagai BRAIGO v1.0 pendek untuk Braille dengan LEGO. 

Ada kemungkinan yang tak terbatas untuk menambahkan perangkat tambahan dalam perangkat lunak untuk membuat BRAIGO melakukan lebih banyak. Siswa jenius ini ingin membuat proyek ini open source, dengan desain dan perangkat lunak tersedia untuk konsumsi publik secara gratis. Sehingga memberikan alat baru di tangan lembaga tunenetra atau bahkan orang tua dengan anak-anak tunanetra untuk menggunakan printer ini yang dapat berhemat lebih dari 80% dari produk komersial yang tersedia di luar sana di pasar. 

Latar Belakang: Shubham Banerjee lahir di Hasselt, Belgia, orang tuanya berasal dari India. Dia pindah ke San Jose, California (dikutip dari google plus BraigoPrinter).

Poskan Komentar: