Selasa, 11 Februari 2014

5 Ilmuwan Indonesia Paling Populer Diluar Negeri

Selasa, 11 Februari 201416.51.00
teknologi baru
Ilustrasi teknologi baru I techi.com
Kemajuan teknologi bukan hanya sumbangsi Bangsa eropa, Negara Indonesia juga turut andil besar dalam sejarah dunia teknologi. Berkontribusi penting terutama dibidang teknologi seperti pesawat, jaringan komunikasi hingga jalan layang.
Indonesia memang belum dianggap sebagai negara yang terkemuka di dalam perkembangan sains dan teknologi. Namun ada begitu banyak warga Indonesia memiliki otak jenius (ilmuwan) yang telah mengubah perkembangan dunia teknologi untuk masa depan yang lebih baik.

Sepanjang sejarah ada prestasi penting dan kontribusi yang dibuat oleh warga Indonesia untuk sains dan teknologi. Inilah beberapa ilmuwan Indonesia terkenal di luar negeri, sebagai berikut:
   
Prof. Dr. B.J. Habibie, Pemilik 46 Paten di bidang Aeronautika Atau Pesawat

Mantan Presiden Republik Indonesia ketiga ini merupakan salah satu ilmuwan besar dibidang teknolog aeronautika. Ia mencetuskan beberapa teori berlian terkenal seperti Teorema Habibie, Faktor Habibie, dan Metode Habibie tentunya yang berhubungan dunia penerbangan.

Aeronautika adalah ilmu yang terlibat dalam pengkajian, perancangan, dan pembuatan mesin-mesin berkemampuan terbang, atau teknik-teknik pengoperasian pesawat terbang dan roket di atmosfer. 

Dr. Khoirul Anwar, Penemu Jaringan 4G

Saat ini seluruh warga negara Indonesia belum menikmati layanan jaringan 4G, namun negara Jepang dan Korea Selatan serta beberapa Negara eropa sudah lebih dulu menikmati kehandalan jaringan 4G. Siapa sangka ternyata jaringan 4G ditemukan oleh seorang warga Indonesia yang studi di Jepang, dia adalah Dr. Khoirul Anwar lulusan ITB.

Dr. Khoirul Anwar mengembangkan jaringan 4G terinspirasi dari film kartun Dragon Ball, jurus Spirit Ball Goku sebagai Turbo Equalizer (dekoder turbo) yang mampu mengumpulkan seluruh energi dari blok transmisi yang ter-delay, maupun blok transmisi terdahulu, untuk melenyapkan distorsi data akibat interferensi gelombang.

Onno W Purba, Pecetus Jaringan RT/RW Dan Penemu Antena Wajanbolic Wi-Fi

Mantan alumni dan dosen ITB serta pecinta produk lokal ini merupakan ilmuwan yang telah berkontribusi besar di tanah air terutama di dunia teknologi komunikasi, selain itu aktif menulis dan menjadi aktivis yang memperjuangkan internet murah atau bahkan gratis dan menyebarkan OS Linux secara gratis.

Sang pencetus jaringan RT/RW-net dan penemu antena Wajanbolic ini telah menjadi tamu pembicara IT di banyak negara hingga kampus terkenal, yaitu  Harvard.

Dr. Warsito Purwo Taruno, Penemu ECVT

Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) adalah sistem tomografi 4D yang pertama di dunia. Perangkat ini menyerupai CT Scan dan MRI namun lebih unggul ECVT.

Temuan tomografi 4D oleh Warsito segera menjadi incaran sejumlah perusahaan bertaraf internasional dan sudah dipakai oleh beberapa lembaga antariksa Amerika (NASA), Exxon Mobil, BP Oil, Shell (perusahaan), ConocoPhillips, Dow Chemical, mistubishi Kimia termasuk Departemen Energi AS (Morgantown National Laboratory).

Sedangkan di Indonesia sendiri, teknologi ini digunakan untuk pemindaian tabung gas bertekanan tinggi, seperti kendaraan berbahan bakar gas Bus Transjakarta. Hingga saat ini, CTECH Labs Edwar Technology masih terus mengembangkan teknologi tomografi volumetric untuk berbagai aplikasi. 

Pendiri pusat riset Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs) telah menjalin kerja dengan lembaga riset dan universitas kelas dunia seperti Ohio State University (Amerika Serikat), National Natural Science Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Universitas Teknologi Nanyang (Singapore) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (Malaysia).

Tjokorda Raka Sukawati, Penemu memutar bahu lengan beton untuk jalan layang

Saat ini banyak negara memiliki jalan layang, semua itu berkat ide dari Tjokorda Raka Sukawati, penemuannya bahkan dianggap paling sempurna untuk kontruksi jalan layang. Teknik memutar bahu beton seberat 480 ton di namakan Teknik Sosrobahu oleh mantan Presiden Soeharto.

Teknik Sosrobahu merupakan teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang dan ditemukan oleh Tjokorda Raka Sukawati. Dengan teknik ini, lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya, dan kemudian diputar 90° sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu lintas di jalanan di bawahnya.

Para insinyur Amerika Serikat yang mengerjakan jalan layang di Seattle begitu taat dengan ketetapan 78 kg/cm² dengan mengadopsi ide berlian dari Tjokorda Raka Sukawati.

Ada masih banyak ilmuwan Indonesia yang telah berkontribusi untuk tanah air dan teknologi mereka hingga saat ini sudah digunakan oleh banyak negara. Indonesia Bisa.

Sumber referensi artikel id.wikipedia dan sumber online lainnya

Poskan Komentar: