Rabu, 15 Januari 2014

Studi: Nenek Moyang Manusia Hidup Dengan Dinosaurus

Rabu, 15 Januari 201422.01.00
predator dinosaurus baru
Ilustrasi Dinosaurus Siats meekerorum I (Photo : Artwork by Jorge Gonzales)

Para ilmuwan telah menemukan bahwa mamalia plasenta pertama hidup antara 88,3 sampai 91.6 juta tahun yang lalu, menunjukkan bahwa nenek moyang manusia berbagi planet dengan dinosaurus.

Penelitian ini menantang penelitian sebelumnya, yang berdasarkan bukti-bukti fosil bahwa mamalia plasenta pertama muncul setelah dinosaurus punah.

Mamalia plasenta saat ini termasuk manusia dan semua mamalia lainnya kecuali yang bertelur atau memiliki kantong (marsupial).

"Saat kepunahan dinosaurus, banyak relung ekologi menjadi kosong, dan mamalia plasenta mengambil alih," kata penulis utama studi Mario dos Reis di University College London mengatakan kepada Discovery News.

"Keragaman nenek moyang plasenta dan berkembang menjadi mamalia modern yang kita lihat sekarang, seperti tikus, rusa, ikan paus, kuda, kelelawar, karnivora, monyet dan akhirnya manusia.

"Jika dinosaurus tidak mati, maka mamalia plasenta mungkin tidak memiliki kesempatan untuk beragam seperti cara yang mereka lakukan, dan spesies kita sendiri tidak akan berevolusi". tambah dos Reis.

Para peneliti menganalisis 36 genom mamalia lengkap dengan informasi dari catatan fosil mamalia. Hasil penelitian mamalia berasal dari periode kapur.

Dos Reis menjelaskan bahwa DNA organisme terakumulasi oleh perubahan, disebut mutasi, pada tingkat yang konstan dalam satu waktu. Hal ini disebut sebagai "jam molekuler".

Misalnya, DNA tertentu pada manusia dan kera lainnya bermutasi dengan kecepatan sekitar 1 persen setiap 10 juta tahun.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa hewan ini adalah kecil, aktif di malam hari dan cukup agresif.

Sekitar 70 persen dari semua spesies mati selama peristiwa kepunahan massal 66 juta tahun yang lalu, dengan bahkan beberapa Mamalia, burung dan tanaman akan punah kemudian.


Poskan Komentar: