Wednesday, January 1, 2014

Presiden "Termiskin Sedunia" Ini Lantik Menteri Pakai Sendal

Wednesday, January 1, 20147:21:00 PM
Jose Mujica
Jose Mujica tengah didampingi wakil presiden dan menteri keuangan I foto washingtonpost.com

Umumnya aparat pemerintah bila akan mengadakan acara resmi dan semua yang hadir akan memakai pakaian parlente (stylish) (parlente = bohong berasal dari bahasa Ambon) yang super mahal merek luar negeri. Namun tidak bagi sosok pria sederhana, yaitu Jose Mujica, presiden Uruguay yang dicap sebagai presiden termiskin sedunia dan keberaniannya melegalkan ganja dan homoseksual.

Presiden ini diketahui mengambil gajinya sebagai presiden, namun beliau menyumbangkan hampir 90 persen gajinya untuk warga miskin dan hidup sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Presiden yang bernama lengkap José Alberto Mujica Cordano, dikenal juga sebagai El Pepe (lahir di Montevideo, Uruguay, 20 Mei 1935; umur 78 tahun) adalah Presiden Uruguay saat ini. Ia mulai menjabat sebagai Presiden Uruguay dari tanggal 1 Maret 2010. (Dikutip dari id.wikipedia.orng)

Presiden sederhana ini baru saja melantik menteri keuangan dengan berpakaian sealakadarnya seperti memakai sendal padahal acara tersebut merupakan salah satu acara negara yang paling resmi.

Melansir dari liputan6.com Mujica bahkan kerap dijuluki sebagai 'presiden termiskin di dunia'. Meski ia mentah-mentah menolak label itu. Kata kakek itu, ia bukan korban kemiskinan, melainkan pemimpin politik yang peduli soal ketimpangan ekonomi, dan berusaha keras untuk memimpin rakyatnya dengan teladan, bukan sekadar bicara.

Dan dalam kepemimpinan Mujica sejak 2010, Urugay makin 'hidup'. Ia mendapat banyak penghargaan dari lembaga Barat. Bahkan The Economist menyebut Uruguay sebagai "negara tahun ini" yang paling moncer pada 2013. Memuji hukum perkawinan baru Uruguay yang mengakomodasi pernikahan homoseksual dan legalisasi ganja yang dikendalikan negara.

"Sederhana namun berani, liberal dan suka bersenang-senang, Uruguay adalah negara tahun ini," demikian pengumuman The Economist.

Penampilan Mujica adalah cermin dari prinsip hidupnya. "Aku muak dengan aturan yang ada. Kita berada di sebuah era di mana kita tidak bisa hidup tanpa menerima logika pasar," kata dia kepada Guardian. "Apa yang kita lakukan adalah otomatisasi dari kehendak pasar."

"Jika kita bisa hidup dengan apa yang kita miliki -- menjadi menjadi bijaksana -- maka 7 miliar manusia di dunia akan mendapatkan apapun yang mereka butuhkan," tutur Mujica. "Politik global seharusnya mengarah ke sana." Bukan memberi ruang bagi kerakusan manusia dan kebutuhan yang ditentukan pasar.

Menurutnya, sumber daya planet ini tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan 7 sampai 8 miliar penduduknya jika level konsumsi disamaratakan.

Suatu hari, Mujica pernah mendeskripsikan kemiskinan menurut sepemahamannya. "Menurutku yang pantas disebut miskin adalah mereka yang bekerja keras hanya untuk mempertahankan gaya hidup mewah. Selalu menginginkan lebih dan lebih."

"Ini hanya soal pilihan. Jika tak punya banyak harta, Anda tak perlu bekerja keras seumur hidup, seperti budak, hanya untuk mempertahankannya."


Poskan Komentar: