Monday, January 6, 2014

Mengenal Carlos Slim Helú, Sang Miliarder dan Filantropis

Monday, January 6, 20144:50:00 PM
Carlos Slim Helú
Carlos Slim Helú adalah seorang pengusaha dan filantropis. Ia adalah pemimpin utama dan CEO perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Móvil. I foto capture wikipedia.org
Carlos Slim Helú pemilik perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat dan Mesiko ini agak sedikit berbeda dalam hal menyumbangkan uangnya untuk kemanusiaan. Slim lebih menyukai memberdayakan atau membantu orang secara langsung dengan memberikan usaha atau pekerjaan, menuntaskan kemiskinan dan memberi beasiswa bagi mahasiswa khususnya yang berbakat dan mempromosikan kesehatan dan kegiatan amal lainnya.

Carlos Slim Helú (lahir 28 Januari 1940; umur 73 tahun) adalah seorang pengusaha dan filantropis. Ia adalah pemimpin utama dan CEO perusahaan telekomunikasi Teléfonos de México dan América Móvil. Pada tahun 2011, Slim dinobatkan oleh Forbes menjadi orang terkaya di dunia untuk kedua kali secara berturut-turut dengan kekayaan bersih berkisar US$74 miliar.

Carlos Slim lahir Mexico City, Mexico pada tahun 1940 dari pasangan Kristen Maronite Julián Slim Haddad dan Linda Helú. Keduanya menikah pada bulan Agustus 1926 dan merupakan keturunan Lebanon. Ayahnya, yang lahir dengan nama Khalil Slim Haddad, pada masa mudanya melarikan diri ke Meksiko pada tahun 1902 untuk menghindari pemerintahan militer keras dari Kekaisaran Ottoman. Empat orang kakak laki-lakinya sebelumnya sudah menentap di Meksiko.

Ibunya, Linda Helú, lahir in Parral, Chihuahua, dari orang tua imigran asal Lebanon yang datang ke Meksiko pada akhir abad ke-19. Kedua orang tuanya adalah perintis majalah berbahasa Arab pertama untuk komunitas Lebanon-Meksiko dengan sebuah mesin cetak yang dibawa saat bermigrasi.

Pada tahun 1911, Julian mendirikan toko bahan pakaian La Estrella del Oriente. Kemudian tahun 1921, ia membeli sejumlah rumahan mewah di distrik komersial pusat kota Mexico City, yang menjadi penyumbang besar kekayaannya. (id.wikipedia.org)

Carlos Slim Helú di antara enam bersaudara, ia adalah anak bungsu. Ayahnya selalu menekankan pemahaman keuangan kepada semua anak-anaknya. Carlos menunjukkan minat khusus di bidang keuangan dari masa kecilnya, namun ia menghadapi kesulitan setelah kematian ayahnya ketika dia berusia 13 tahun.

Dia menghabiskan 13 tahun berikutnya dengan fokus pada bisnis dan kekayaannya tumbuh menjadi $ 40 juta. Ia menyelesaikan kuliah engineering-nya dari Universidad Autonoma de Mexico Nasional. Setelah beberapa tahun, ia memulai usaha bisnis Inversora Bursáti, broker stoke. Pada tahun 1982, ketika Meksiko berada dalam krisis ekonomi, ia mengambil alih Meksiko Afiliasi Publick Tire, Reynolds dan toko retil Sanborn dan kafetaria dan kekayaannya meningkat cepat setelah melalui krisis ekonomi di Meksiko.

Setelah beberapa kali, ia membeli beberapa merek cokelat Hershey berbasis di AS, kedai kopi Denny dan ban Firestone dan bergabung menjadi sebuah perusahaan besar bernama Seguros Inbursa.in 1990, ia mengambil alih Telefonos de México (perusahaan telekomunikasi) dengan mitra Amerika dan Perancis. Perlahan-lahan ia mulai mempromosikan handset dengan layanan prabayar yang menjadi sangat sukses.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaannya América Móvil menjadi terbesar sebagai penyedia layanan nirkabel Amerika Latin. Pada tahun 2007, nilainya diperkirakan perusahaan mencapai $ 150 miliar.

Selain menjadi pemilik ISP, Terbesar Internet Service Provider di Meksiko dan Prodigy dari Amerika Serikat, ia juga pemilik lebih dari 200 toko ritel dan toko komputer CompUSA di seluruh Puerto Rico dan Amerika Serikat.

Pekerjaan Sang filantropi:

Dia telah memberikan kontribusi 65 milyar dollar dalam proyek penelitian obat genom. Dari tahun 1986, Yayasan Carso telah meningkatkan modal kemanusiaan di Meksiko dengan mempromosikan program-program pelatihan dan pendidikan. The Museo Soumaya, Museum yang melindungi koleksi seni Eropa dan Meksiko, diberi nama setelah istri Slim meninggal. Pada tahun 2007, yayasan telah menghabiskan $4 miliar untuk menghilangkan kemiskinan dan meningkatkan sistem pendidikan di seluruh Amerika Latin.

The Telmex Foundation telah menjadi organisasi filantropi terbesar di Amerika Latin. Ini memberikan beasiswa universitas untuk beberapa ratus siswa miskin tapi berbakat selain itu ia giat mempromosikan kesehatan, konservasi dan kontribusi dana bantuan bencana. Ia juga telah menyumbangkan sebagian besar uang ke Centro Histórico, yang mendukung perkembangan seni di pusat kota Mexico City.

“Kalau anda hidup berdasarkan pendapat-pendapat orang, sama saja anda mati. Saya tidak mau hidup sambil memikirkan bagaimana orang akan mengenang saya,” kata Slim pada awal tahun ini. Terdapat kritik bahwa Telmex sebenarnya memonopoli.

Dia mencemooh Gates dan para dermawan lain seperti maha guru bidang investasi, Warren Buffett, karena mendermakan banyak harta mereka.

“Kemiskinan tidak diatasi dengan pemberian sumbangan. Membangun usaha adalah lebih berguna bagi masyarakat, dibanding berkeliling seperti Sinterklas,” katanya. (successstories.co.in)

Pada 2010, majalah Forbes menetapkan Carlos sebagai orang terkaya, mengalahkan Bill Gates dan Warren Buffett. Kalau mau, pria 71 tahun ini bisa menghamburkan uangnya sebesar 1.000 dollar AS (sekitar Rp 9 juta) hanya dalam satu menit. Inilah cara Carlos sukses menjadi miliarder:
  1. Hindari barang bermerek. Pilihlah barang serupa dengan fungsi sama yang harganya lebih "membumi" dibanding barang bermerek. Dengan begitu, sebagian uang bisa digunakan untuk sesuatu yang bisa menghasilkan uang lebih, seperti bisnis atau investasi.
  2. Orientasi fungsi. Prinsipnya, bila barang lama masih bisa dipakai, mengapa harus membeli yang baru? Hingga kini, Carlos memilih menempati rumah lamanya dibanding membeli rumah mewah dan alat transportasi mahal.
Catatan kecil tentang arti Filantropi

Filantropi (bahasa Yunani: philein berarti cinta, dan anthropos berarti manusia) adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Istilah ini umumnya diberikan pada orang-orang yang memberikan banyak dana untuk amal. Biasanya, filantropi seorang kaya raya yang sering menyumbang untuk kaum miskin.

Seorang filantropis seringkali tidak mendapatkan dukungan menyeluruh terhadap tindakannya. Tuduhan yang sering diterima adalah mengenai masalah tujuan amal (seperti mendanai seni bukannya memerangi kelaparan dunia), atau memiliki tujuan terselubung seperti penghindaran pajak dengan efek samping popularitas. (id.wikipedia.org)

Poskan Komentar: