Saturday, January 18, 2014

Kisah Persembunyian Mantan Tentara Jepang 30 Tahun Tinggal Di Pulau Lubang

Saturday, January 18, 201412:57:00 PM
Hiroo Onoda
Foto ini diambil 11 Maret 1974, menunjukkan mantan prajurit tentara kekaisaran Jepang Hiroo Onoda berjalan keluar dari hutan, di mana dia telah tersembunyi sejak Perang Dunia II, di pulau Lubang di Filipina. I foto english.sina.com.

Seorang tentara Jepang yang bersembunyi di hutan Filipina, selama tiga dekade (30 tahun), menolak mempercayai bahwa Perang Dunia II telah berakhir sampai mantan komandannya kembali menjemput dan memerintahkan dia untuk segara menyerah.

Dia telah meninggal di Tokyo di usia 91 tahun di sebuah rumah sakit Tokyo, pada hari Kamis, 16-01-2014 karena gagal jantung.

Hiroo Onoda berjuang melancarkan perang gerilya di sebuah Pulau Lubang di Filipina sampai ia akhirnya baru bisa dibujuk pulang pada tahun 1974 bahwa perdamaian telah terjadi atau perang telah berakhir.

Serdadu itu, dilatih sebagai seorang perwira informasi dan taktik gerilya, Onoda dikirim ke pulau Lubang pada tahun 1944 dan mendapat perintah untuk tidak pernah menyerah, bila akan tertangkap di pulau tersebut diperintahkan untuk bunuh diri dan bila selamat untuk tetap memegang teguh janji sampai bala bantuan tiba untuk menjemput kembali.

Dia dan tiga tentara lainnya terus mematuhi perintah yang sangat lama, setelah kekalahan Jepang tahun 1945 dalam perang dunia II, mereka tetap memegang teguh janji untuk berjuang demi Jepang.

Keberadaan mereka menjadi dikenal secara luas pada tahun 1950, ketika salah satu dari mereka muncul dan kembali ke Jepang.

Pada tahun 1972, Onoda dan prajurit lain yang masih hidup pernah terlibat dalam tembak-menembak dengan pasukan Filipina. Temannya meninggal, tapi Onoda berhasil melarikan diri.

Insiden ini menyebabkan sensasi di Jepang, yang anggota keluarganya berusaha mengambilnya ke pulau Lubang dengan harapan dapat membujuk dia bahwa perang sudah berakhir. Namun, ia menolak pulang dan menuding bujukan itu merupakan hasil karya rezim boneka yang dibuat oleh Amerika Serikat di Tokyo.

Tahun 1974, komandannya mengunjungi nya di hutan tempat persembunyian nya untuk membatalkan strategi perang, bahwa perang sudah berakhir.

Ditanya pada konferensi pers di Jepang, setelah kembali apa yang telah dipikirkan selama 30 tahun terakhir, ia mengatakan kepada wartawan: "Tetap melaksanakan perintah komandan."

Tetapi setelah tiba di Jepang, Onoda melihat bahwa Jepang telah banyak mengalami perubahan.

Pada tahun 1984, ia mendirikan sebuah kamp pemuda, di mana ia mengajarkan para pemuda Jepang beberapa teknik survival (bertahan hidup) yang ia pernah digunakan nya selama 30 tahun di tempat persembunyian nya, untuk dapat tertahan hidup, ia memakan daging sapi liar dan buah pisang.

Ia kembali ke pulau Lubang pada tahun 1996 untuk berkunjung, dilaporkan atas undangan pemerintah daerah Filipina, meskipun dia telah terlibat banyak dalam pembunuhan puluhan warga Filipina selama pertempuran tiga dekade nya.

"Aku hidup melalui sebuah era yang disebut perang. Apa yang orang katakan adalah bervariasi dari jaman ke jaman," katanya kepada NHK Mei lalu.

"Saya pikir kita tidak boleh lagi terpengaruh oleh masa lampau, tetapi terus berpikir dengan tenang," katanya.

Poskan Komentar: