Minggu, 19 Januari 2014

Di Australia, 5000 Lebah Dibuat Cyborg

Minggu, 19 Januari 201409.55.00
lebah Cyborg
Lebah Cyborg I foto hi-news.ru
Para ilmuwan khawatir bahwa berkurangnya populasi lebah dapat menyebabkan penurunan produksi tanaman biji-bijian, dan sebagai akibatnya, menyebabkan kekurangan pangan di seluruh dunia.Dalam upaya untuk mengubah situasi dan menghentikan tren ini, para ilmuwan telah melengkapi 5.000 serangga terbang di Australia dengan sensor khusus yang dirancang untuk melacak perilaku mereka. 

Ini akan membantu untuk lebih memahami apa yang disebut sindrom kehancuran koloni, yang menyebabkan kerusakan serius pada produksi lebah madu dan ekosistem. 

Kegiatan para peneliti dari negara-negara Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation - CSIRO) bertujuan untuk meningkatkan populasi lebah dan produksi madu. 

Sensor berukuran hanya 2,5 x 2,5 milimeter dipasang pada bagian belakang lebah. Untuk pertama kalinya terlibat dalam pemantauan lingkungan seperti sejumlah serangga besar, surat kabar Inggris The Daily Mail. 

Lebah memainkan peran penting dalam ekosistem. Mereka berkontribusi pada penyerbukan berbagai tanaman, membantu untuk meningkatkan produktivitas. Sekitar sepertiga dari kita mengkonsumsi dalam produk makanan tergantung pada penyerbukan, tetapi populasi lebah madu di seluruh dunia menurun karena sindrom parasit tungau dan kehancuran koloni - kata pemimpin proyek Dr Paulo de Souza.

Penelitian ini juga menyentuh isu dampak pestisida yang digunakan dalam pertanian, yang mengganggu populasi lebah madu.  Para ilmuwan akan mengamati serangga makan di tempat-tempat yang sering menggunakan bahan kimia. 

Teknologi ini akan membantu kita untuk memahami hubungan lebah untuk lingkungan, kondisi produksi yang optimal, serta untuk lebih mengeksplorasi penyebab runtuhnya koloni sindrom - tambah peneliti.
"Ransel" High-tech di belakang lebah adalah RFID berukuran kecil (Radio Frequency Identification - RFID) yang merekam lalu lalang serangga tertentu di pos pemeriksaan. Sensor serupa sering digunakan dalam mobil untuk perjalanan di atas jalan raya tol. 

Sensor RFID mengumpulkan informasi lalu dikirim ke kantor utama untuk penelitian lebih lanjut menggambar tiga dimensi peta gerakan 5000 lebah. 

Dr de Souza mengatakan bahwa lebah sebagai serangga sosial, ditandai dengan kembali ke lokasi semula dan jadwal yang sangat diprediksi. 

Setiap perubahan dalam perilaku serangga menunjukkan perubahan lingkungan.  Setelah pemodelan gerakan mereka, kita bisa sangat cepat menyelesaikan masalah ini, - katanya. 

Pengetahuan penelitian yang dihasilkan akan ditransfer ke petani dan tukang kebun untuk aplikasi praktis mereka . 

Di masa depan, para peneliti berencana untuk mengurangi ukuran sensor hingga 1 milimeter, yang akan memungkinkan untuk dipasang pada tubuh nyamuk dan lalat buah.

Poskan Komentar: