Selasa, 28 Januari 2014

Apartemen Masa Depan, Hunian Sekaligus Pertanian Perkotaan

Selasa, 28 Januari 201418.00.00
Vincent Callebaut
Arsitek Perancis Vincent Callebaut mempresentasikan gambaran dari salah satu proyek futuristik nya pada tanggal 10 Januari 2014 di Paris I foto news.yahoo.com

Di masa depan pada tahun 2050 dan seterusnya, pada masa itu kelak akan ada puluhan miliar orang menghuni bumi dan berkurangnya lahan pertanian dan memicu kekurangan sumber air, makanan terutama buah dan sayuran.

Salah satu alternatif agar terhindar dari kekurangan pangan di masa depan dengan membangun setiap apartemen dan sekaligus lahan pertanian perkotaan. Dengan begitu setiap orang di masa depan dapat hidup menghasilkan makanan secara mandiri secara berkesinambungan.

Itulah sebuah konsep yang sungguh modern dari salah satu arsitektur Prancis Vincent Callebaut yang menawarkan hunian pertanian perkotaan yang bertingkat masa depan. Setiap dari penghuninya akan memiliki satu kebun untuk bertani.

Dengan demikian di masa depan Anda tak perlu keluar membeli buah atau sayur di pasar, swalayan atau pedagang kaki lima. Buah dan sayuran sudah tersedia di sekitar Anda.

Dilansir news.yahoo.com. Apartemen bertingkat hasil desain dari arsitek Belgia Vincent Callebaut terdiri dari 132 lantai untuk "pertanian perkotaan" ia percaya, lebih sehat, lebih bahagia di masa depan memperkirakan akan ada enam miliar orang yang akan tinggal di kota-kota pada tahun 2050.

Dengan sumber makanan, air dan energi berkurang, kota masa depan harus menjadi "organisme hidup" mandiri, kata desainer 36 tahun.

"Kita perlu menemukan cara hidup baru di masa depan," kata Callebaut 

"Perkotaan besok akan padat, ruang hijau dan terhubung. Tujuannya adalah untuk membawa pertanian dan alam kembali ke inti kota sehingga pada tahun 2050 kita mempunyai lahan hijau, kota berkelanjutan di mana manusia hidup dalam keseimbangan dengan lingkungan mereka."

Setiap bangunan, kata dia, akhirnya harus menjadi "mandiri".

Bukan berarti setiap konsep bangunan masa depan dari Callebaut berjalan lancar, banyak dari kritikus menganggapnya sebagai orang gila. 

"Mereka mengolok-olok saya. Mereka mengatakan saya membuat sepotong fiksi ilmiah," kata Callebaut.

Poskan Komentar: