Tuesday, December 17, 2013

Ilmuwan: Manusia Keturunan Ubur-Ubur Sisir?

Tuesday, December 17, 20131:50:00 PM
 ubur-ubur sisir
Ubur-ubur sisir I foto redorbit.com

Sebuah teori baru yang mengejutkan menunjukkan manusia berasal dari ubur-ubur. Pengumuman ilmiah ini dibuat oleh para ilmuwan yang menantang pemahaman manusia tentang evolusi. Menurut studi terbaru ubur-ubur mungkin menjadi salah satu nenek moyang pertama manusia.

Dilansir dari redorbit.com. Sebuah tim peneliti dari Institut Genome Research Manusia Nasional (NHGRI) telah membandingkan genom dari bentuk kehidupan air dan menemukan bukti untuk mengocok cabang-cabang pohon kehidupan.

Para peneliti studi mencapai kesimpulan mereka melalui sekuensing dan analisis genom dari Mnemiopsis leidyi (ubur-ubur sisir), Ubur-ubur sisir ditemukan di perairan pesisir Samudra Atlantik barat. Analisis genetik menunjukkan bahwa ubur-ubur sisir, spesies ctenophora, menyimpang dari hewan lain sebelum mengembangkan gen untuk otot.

Sampai penelitian ini, data sequencing seluruh genom telah tersedia untuk empat dari lima garis keturunan hewan utama: spons, invertebrata datar, ubur-ubur dan Bilateria (hewan dengan simetri kiri-kanan seperti manusia). Ctenophora adalah yang terakhir garis keturunan hewan utama tanpa genom sepenuhnya diurutkan.

Selain itu Ilmuwan mengungkapkan bahwa ubur-ubur adalah mahluk paling awal yang ada di bumi.

Dikutip dari kompas.com, Ilmuwan mempelajari evolusi ubur-ubur sisir setelah penguraian genom spesies tersebut selesai, Ilmuwan dikejutkan dengan data hasil penelitian.

"Pemisahan paling awal dalam evolusi (sekitar 600 juta tahun lalu) melibatkan ubur-ubur sisir yang memisah dari hewan-hewan lainnya," kata Baxevanis yang memublikasikan hasil risetnya di jurnal Science.

Dengan hasil penelitian itu, ubur-ubur sisir diduga merupakan hewan paling awal yang ada di dunia. Hewan ini menjadi yang paling primitif di antara hewan-hewan primitif lain seperti spons, ubur-ubur, serta golongan hewan yang disebut placozoa.

Hasil penelitian ini memicu perdebatan. Pasalnya, sebelumnya diyakini bahwa spons merupakan hewan paling purba di Bumi. Dari spons-lah, semua hewan, termasuk manusia, berkembang semakin kompleks.

Spons dianggap paling purba karena tidak memiliki sistem otot dan saraf, sementara ubur-ubur sisir sudah memilikinya. Jika terbukti bahwa ubur-ubur sisir adalah yang paling purba, maka skenario evolusi bisa digugat bahwa mungkin ada kompleksitas yang hilang.

Riset Baxevanis dikomentari oleh Mansi Srivastava, pakar evolusi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Menurutnya, analisis data genetik dengan bantuan komputer kadang menghasilkan kekerabatan dengan spesies-spesies yang kurang perlu.

Namun, Baxevanis justru mengatakan bahwa penemuannya berguna sebab benar-benar tak terduga dan menguraikan apa yang sebelumnya belum diketahui. "Kita menjadi pembuat masalah di sini," ungkapnya.

Asal usul manusia modern dari Afrika adalah model yang kini paling diterima dalam paleoantropologi untuk menggambarkan asal usul dan penyebaran dini manusia modern. Hipotesa bahwa manusia memiliki asal usul yang tunggal (monogenesis) pernah dirumuskan Charles Darwin dalam Descent of Man (1871). Paham ini bersifat spekulatif sampai tahun 1980-an, ketika dibenarkan oleh penelitian atas DNA mitokondria pada manusia masa kini, dipadukan dengan bukti-bukti yang didasarkan pada antropologi fisik atas spesimen kuno. (id.wikipedia.org)


Poskan Komentar: