Friday, November 29, 2013

Sepersekian Wanita Asia Menjadi Calon Miliarder Dunia

Friday, November 29, 201310:35:00 AM
cewek karir
Ilustrasi kesetaraan karir antara wanita dan pria (foto softwarejobpost.com)
Sebuah survei gabungan menemukan bahwa perempuan Asia masuk kriteria dalam daftar miliarder dunia. Pasalnya, potensi kekayaan mereka tumbuh lebih agresif ketimbang perempuan dari benua lainnya.

Selain itu kondisi ini didorong oleh makin terbukanya peluang dan akses untuk maju bagi wanita, baik dalam dunia karier maupun wirausaha. 

Survei secara global yang dilakukan oleh Weath X dan Bank Inggris menemukan bahwa banyak wanita berpenghasilan tinggi. 

Wealth X menyusun jajaran 13 perempuan jutawan dunia yang berpotensi kuat naik kelas menjadi miliarder. Penilaiannya didasarkan dari analisa kekayaan bersih yang dimiliki individu dengan jumlah minimal US$1 juta. Dalam jajaran 13 perempuan jutawan dunia, sekitar 7 perempuan Asia akan menghuni daftar tersebut.

Portugis menempati urutan pertama dengan angka 23 persen, berturut-turut diikuti oleh Filipina (21 persen), Peru (18 persen), Hong Kong (18 persen) dan Turki (17 persen). Sementara lima negara urutan terbawah, yakni Belanda (5,9 persen), Rusia (5,7 persen), Meksiko (5,3 persen), Arab Saudi (3,8 persen) dan Jepang (3,7 persen). 

Menariknya, hasil survei membuat kesimpulan bahwa wanita-wanita di Asia saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Semakin sempitnya jurang perbedaan gender dan kesempatan untuk bisa maju seperti kaum pria terbuka lebih lebar.

Selain Filipina dan Hong Kong, Thailand dan Singapura dianggap juga memiliki jumlah wanita sukses yang terus meningkat. 

Sebagai contoh, dua posisi teratas perempuan terkaya di dunia ditempati oleh Luo Qianqian, salah satu pendiri Shanghai Shanda Interactive Entertaiment, dan Li Tan, pendiri Shenzhen Hepalink Pharmaceuticals. 

Kedua taipan asal China itu memiliki kekayaan masing-masing US$910 juta atau Rp8,9 triliun, dan US$860 juta atau setara Rp8,641 triliun. Selanjutnya, sejumlah perempuan Asia lainnya yang masuk dalam jajaran wanita terkaya dunia adalah Zhang Lan, pendiri jaringan restoran China South Beauty (US$510 juta), Luk Sin Fong, salah satu pendiri Perusahaan Perumahaan Agile (US$470 juta), Chen Jinfeng dari Suning Apliance (US$440 juta), dan Hoi Shuen Chau, pendiri Horizons Ventura (US$410 juta). 

Hasil survei ini juga menunjukkan kalau wanita-wanita di Portugis sukses menapaki puncak karier hingga mendulang banyak pundi-pundi. Begitu juga di Filipina. Sementara beberapa negara masih perlu memberi kesempatan lebih besar pada kaum wanitanya seperti di Arab Saudi dan Jepang. 

Baik Wealth maupun Bank Barclays menyebutkan bahwa dengan kesempatan yang lebih baik dan akses yang lebih besar terhadap informasi dan pendanaan, para pebisnis wanita dapat mencapai kesuksesan lebih cepat.

Imbasnya, kekayaan pribadi mereka meningkat secara signifikan. Josh Spero, editor majalah Spear mengatakan, negara-negara di Asia sepertinya makin menunjukkan kualitas persamaan gender sehingga membuat pasar bertumbuh dan bisnis makin menggeliat. Diskrimnasi terhadap wanita yang makin berkurang juga menjadi salah satu faktor pendorongnya. 

Sayangnya hasil survei tidak menunjukkan berapa persen wanita Indonesia yang sukses dan menjadi jutawan. Namun, kesimpulan yang dirangkum oleh studi ini menegaskan bahwa makin banyaknya wanita yang berwirausaha menjadikan peluang sukses menjadi lebih besar. Apalagi ekonomi Asia yang terus tumbuh membuat peran wanita di dunia usaha semakin berkibar.

Sumber kompas.com dan tempo.co

Poskan Komentar: