Friday, November 29, 2013

Kisah Sukses Wang Fuming Beternak Kecoa

Friday, November 29, 20136:44:00 PM
Wang-Fuming-beternak-kecoa

Kiri Wang Fuming dan Kanan Konsumen menyantap hidangan gorengan kecoa super lezat I foto english.sina.com dan latimes.com

Perasaan jijik dan takut sering dialami oleh kebanyakan orang ketika melihat serangga berantena panjang di kepala, yaitu KECOA, tapi tidak bagi segelintir warga China sebut saja salah satunya, Wang Fuming, 43 tahun. Pria ini diketahui hobi membudiyakan serangga berantena panjang di kepala (kecoa).

Profesi Wang memang cukup unik, pria yang diketahui hanya lulusan SMA yang sebelumnya bekerja di pabrik ban, kini bantir setir menjadi peternak serangga kecoa paling sukses di China.

Wang sebelumnya pernah bermimpi beternak babi atau menjadi petani, namun impiannya gagal. Ia kemudian menjalani profesi beternak kalajengking dan kumbang dua serangga ini sering dikonsumsi masyarakat sebagai obat tradisional atau sebagai makanan ringan super lezat. Tapi gagal sebelum panen.

Suatu ketika, telur kumbang yang hendak ditetaskan banyak yang mati gara-gara terkontaminasi telur kecoa. Dari sini munculah ide Wang untuk beternak kecoa.

Dilansir dari engslish.sina.com "Mereka (kecoa) bukan hama. Mereka bermanfaat bagi manusia," klaim Wang

Wang yang menyediakann kecoa ke perusahaan farmasi, yang menggunakannya sebagai bahan obat. Para ilmuwan mengatakan bagian-bagian tertentu dari kecoa dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular seseorang serta memerangi hepatitis B.

Harga kecoa kering, rata-rata, mencapai 150 yuan ($25) per kilogram dan peternakan kecoa kian tumbuh yang terus menyebar di provinsi Shandong, Jiangxi, Yunnan dan Sichuan.

"Saya membaca buku tentang serangga dan menemukan bahwa kecoak dapat digunakan untuk tujuan medis," katanya.

Pengalamannya dengan kumbang memberinya pemahaman yang berharga tentang pertanian kecoa, terutama mengenai menjaga suhu stabil dan katering untuk sifat nokturnal-nya.

Bibit Kecoa yang di ternak Wang adalah americana Periplaneta, kecoa Amerika, dan berbeda dari yang biasa ditemukan di rumah-rumah Cina.

Peternakan terbesar yang menempati lebih dari 2 hektar dan memiliki produksi tahunan lebih dari 1 miliar kecoa Amerika, dimiliki oleh sebuah perusahaan farmasi di Xichang, Provinsi Sichuan.

Wang sekarang tercatat sebagai peternak terbesar di provinsi Shadon, China atau bahkan mungkin di dunia. Konsumennya kini tak lagi sebatas restoran atau tabib tapi sudah merambah ke pabrik kosmetik besar Asia yang membutuhkan tambahan protein atau selulosa murah bagi produk mereka yang biasa didapat dari sayap kecoa.

Meskipun kecoak membangkitkan ketakutan mendalam bagi kebanyakan orang, Wang melihatnya sebagai sumber kekayaan dan masa depannya.


Poskan Komentar: